Walikota Bima Gelar Mutasi dan Promosi

Kota Bima, Kahaba.- Dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi kepemerintahan, Pemerintah Kota Bima pada Senin (25/2/2013) pagi menggelar mutasi dan promosi jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Kota Bima.

PNS (ilustrasi)

PNS (ilustrasi)

Dalam SK Walikota Bima yang dibacakan di aula Pemkot Bima, diumumkan sejumlah nama PNS yang dimutasi yaitu Muhaimin, SE yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala DPPKAD, kini di geser menjadi staf ahli Walikota Bima bidang Ekonomi dan Keuangan. Abdul Haris, SH yang semula Kepala bagian Administrasi dan Pemerintahan Umum Setda Kota Bima, di mutasi menjadi Kepala BPBD Kota Bima. Kemudian, M. Amin S.Sos yang awalnya Kasi Ketentraman dan Ketertiban di Kecamatan Asakota, dipindahkan ke Sekretaris Kecamatan Rasanae Barat. Nur Fitrianty, S.Sos, dari Staf Pol-PP Kota Bima diangkat menjadi Kasubag Tata Usaha pada Pol-PP Kota Bima.

Lalu, Syamsuddin S.Sos, dari kepala UPTD Dinas Hutbun Kecamatan Rasanae barat, Mpunda dan Asakota, kini menjabat Kasi Pendataan dan Penetapan pada Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu. Muhtadi, dari Polisi Kehutanan pada Dinas kehutanan dan Perkebunan Kota Bima, diangkat menjadi Kepala UPTD Dinas Hutbun Kecamatan Rasanae Barat, Mpunda dan Asakota. H. Abdul Hafid HM. Ali, S.Sos, dari Kasubag Administrasi Kesar pada Bagian Administrasi Kesra dan kemasyarakatan Setda Kota Bima, diangkat menjadi Kasi Ketentraman dan Ketertiban pada Kecamatan Asakota.

Kemudian Anik Kartika, SE, dari Kasubag Perbendaharaan pada Sekretariat DPRD Kota Bima, digeser menjadi Kasi Perkawinan dan Perceraian pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Muhtar, S.Sos, dari Kasubag Rumah tangga dan Perlengkapan pada Sekretariat DPRD Kota Bima di geser menjadi Kasi Pelayanan Umum pada Kecamatan Asakota.

Muzzamil, SE, dari Kepala Seksi Dana Perimbangan pada DPPKAD, dimutasi ke Kasubag Rumah pada Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Kota Bima. Wijaya Kusama, dari Kasubag Rumah tangga pada Bagian Umum dan perlengkapan Setda Kota Bima, dipindah ke Kasi Kesejahteraan Sosial pada Kecmatan Rasanae Barat.

Sementara itu, untuk tenaga pendidik, H. Lukman, SPd, dari Guru SDN 47 Kota Bima, dipindah menjadi pengawas TK/SD pada Dinas Dikpora Kota Bima. Imran Gama A.Ma.Pd, dari Kepala Sekolah SDN 13 Kota Bima, di geser menjadi pengawas TK/SD pada Dinas Dikpora Kota Bima. Abdin Manan, A.Ma.Pd, dari guru SDN 68 Kota Bima, diangkat menjadi kepala SDN 13 Kota Bima.

Suparman A. Hamid, SPd, dari guru SDN 29 Kota Bima, diangkat menjadi Kepala SDN 28 Kota Bima. Husni SPd, dari guru SDN 29 Kota Bima, diangkat menjadi Kepala SDN 65 Kota Bima. Arifin Ismail SPd, dari guru SDN 48 Kota Bima, diangkat menjadi Kepala SDN 27 Kota Bima. kemudian St. Faridah H. Alwi, dari Kepala SDN 27 Kota Bima, digeser menjadi guru di SDN 20 Kota Bima.

Walikota Bima dalam sambutannya menyampaikan dua hal penting. Pertama, bahwa pelantikan merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari penyelenggaraan program mutasi dan promosi bagi PNS yang dianggap mampu menduduki jabatan tertentu. “Pelaksanaan mutasi dan promosi tersebut dilakukan tetap mengacu kepada pola pembinaan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dengan mempertimbangkan pula faktor objektif lainnya, melalui badan pertimbangan dan kepangkatan,” ujarnya.

Hal kedua yang diungkapkan yaitu mekanisme pelantikan juga merupakan perwujudan dari pelaksanaan re organisasi. Pada sisi lain, perlu dipahami kembali makna yang terkandung didalamnya, agar acara yang dilaksanakan dapat secara tepat mengarah pada pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

Karenanya, Qurais mengharapkan agar tidak ada satu pun pihak yang mengaitkan mutasi dan promosi jabatan ini dengan momen Pemilukada yang semakin dekat. “Saya berharap, tidak ada pemikiran bahwa pelantikan ini dikaitkan dengan kondisi situasi politik saat ini,” tegasnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. sudirman dj

    Anak kecil jg tau kalo mutasi ini adalah dendam n promosi utk pemilukada dianggap tdk mendukung harus di buang n di non job kan, pemimpin spt ini patutkah utk dipertahankan ?????

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *