Cuci Kendaraan Sembarangan, Dishubkominfo Akan Bersikap

Kota Bima, Kahaba.- Aktifitas pencucian kendaraan baik roda dua maupun roda empat di perempatan Lampu Merah Dinas Pertanian Kabupaten Bima, cukup meresahkan warga dan pengguna jalan. Menindaklanjuti laporan dan protes warga, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bima Ach. Fahtoni, SH melalui Sekretarisnya Kalisom, MSi akan bersikap untuk segera dilakukan penertiban.

Perempatan Lewirato rawan kecelakaan akibat pencucian kendaraan kerap dilakukan. Foto: Arief Kahaba

Perempatan Lewirato rawan kecelakaan akibat pencucian kendaraan kerap dilakukan. Foto: Arief Kahaba

Ditemui di meja kerjanya, Senin (25/2/2013), Kalisom mengaku tidak tahu aktivitas pencucian kendaraan liar oleh sejumlah pemilik mobil angkutan umum dan motor di lokasi tersebut. Tapi karena meresahkan, pihaknya akan segera ditindaklanjuti untuk dilakukan penertiban. “Aktivitas liar tersebut juga berbahaya, dalam waktu dekat kami akan segera menertibkan,” ujarnya.

Kata dia, lokasi tersebut tidak tepat untuk dijadikan tempat pencucian kendaraan, karena tempatnya tepat berada rambu-rambu lalu lintas. Dan biasanya aktivitas pencucian kendaraan terjadi pada sore hari, setelah jam kerja selesai. “Jika pencucian siang hari, tentunya akan cepat ditertibkan. Karena takut dengan patroli petugas, pemilik kendaraan akhirnya mencuci sore hari,” katanya.

Ia menambahkan, petugas patroli setiap saat selalu memantau, dan tidak pernah ada aktifitas pencucian kendaraan. Karena aktifitas liar tersebut dilakukan pada sore hari atau diluar jam kerja. Namun, guna menindaklanjuti keluhan warga, petugas akan dikerahkan untuk lakukan patroli. “Kami berterima kasih kepada warga telah menyampaikan ini. Jika tidak, kami tidak akan tahu adanya aktifitas tersebut,” tambahnya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *