Qurais: Perbedaan Itu Rahmat

Kota Bima, Kahaba.- Perbedaan cara pandang, termasuk dalam memilih pemimpin tidak boleh dijadikan alasan untuk saling menyakiti antara satu manusia dengan lainnya. Ukhuwah harus terus dijaga, dan perbedaan itu harus dipandang sebagai rahmat Allah SWT. Demikian pesan yang disampaikan Walikota Bima HM. Qurais, H. Abidin dalam sambutannya dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2013  Senin (25/2/2013).

Ilustrasi

Ilustrasi

Kegiatan yang dihelat di halaman kantor Pemkot Bima ini diadakan untuk menyiarkan nilai-nilai islam kepada seluruh masyarakat Kota Bima serta menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, baik itu akhlak dan semangat berjuangnya. Dengan tema ‘Melalui Peringatan Nabi Besar Muhammad SAW, mari kita tumbuhkan semangat kebersamaan dan silaturrahmi dalam mewujudkan Kota Bima yang bersih, tertib dan aman (Berteman) dan berakhlaqul karimah’ ini, selain siar agama juga disampaikan himbauan moral kepada seluruh masyarakat Kota Bima.

Dalam sambutannya Walikota Bima, HM. Qurais, H. Abidin mengatakan, tidak sedikit pihak yang menuding kegiatan keagamaan seperti ini dilaksanakannya dengan motivasi lain. Apalagi dengan momentum pelaksanaan Pemilukada kota Bima yang tinggal hitungan hari lagi, kegiatan apapun yang diadakan Kota Bima tak lepas dari praduga serupa. Namun kepada para undangan yang menghadiri kegiatan itu, dirinya menghimbau untuk tidak mendengarkannya. “Kalau itu baik, ya syukur. Kalau tidak baik, ucapkan istigfar,” tukasnya.

Kata dia, diharapkan pada kegiatan tersebut semoga masyarakat Kota Bima bisa menumbuhkan sikap dan keteladanan Nabi Muhammad SAW, dan meningkatkan kebersamaan antar sesama. Ia pun meminta agar kegiatan keagamaan terus ditingkatkan, baik itu intensitas pelaksanaannya maupun dari sisi anggaran. Karena dari kegiatan tersebut, selain menjaga silaturrahmi, juga bisa bisa meningkatkan ketaqwaan kepada yang maha kuasa.

Qurais juga sedikit membahas persoalan Pemilukada Kota Bima, dan meminta kepada masyarakat Kota Bima untuk tidak saling sikut dan sikat. Tetap menjaga kebersamaan kendati memiliki pilihan yang berbeda. “Perbedaan itu rahmat,” katanya.

Sementara itu, H. Ustadz Adnin selaku penceramah juga meminta kepada masyarakat Kota Bima untuk tetap menjaga tali silahturahim dan kebersamaan. Sehingga bisa bermanfaat untuk kehidupan di dunia dan selamat di hadapan Allah SWT. “Kita ini berasal dari bapak yang sama, jadi sangat naïf jika harus saling baku hantam. Karena pada hakikatnya, perbedaan itu adalah rahmat,” tuturnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *