Polres Bima Kota Akan Periksa Pelaku Video Mesum

Kota Bima, Kahaba. Hari Sabtu (2/3/2013) Polres Bima Kota telah mengagendakan pemeriksaan perdana terhadap RR  (21) terduga pelaku wanita dalam video mesum yang diduga juga melibatkan oknum anggota Polres Bima.

Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul KS, SH, S.IK. Foto. Arief

Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul KS, SH, S.IK. Foto. Arief

Sebagaimana keterangan Kapolres Bima Kota AKBP Kumbul KS S.Ik SH kepada sejumlah wartawan di Mapolres Bima Kota hari Jumat (1/3/2013), surat panggilan kepada terduga pelaku berinisial RR itu dilayangkan sejak dua hari yang lalu dan mengagendakan pemeriksaan pada hari Sabtu besok.

Materi pemeriksaan masih berkisar pada kebenaran atas adegan dalam video yang beredar, lokasi pembuatan, waktu dan sampai kemudian dapat tersebar luas dimasyarakat. “Untuk tahap pertama yang diperiksa adalah pemeran wanita, karena berdasarkan informasi awal peredaran video tersebut terjadi disekitar pemukiman RR, di lingkungan Lela Kelurahan Jatibaru,” jelas Kumbul.

Mengenai pemeran pria yang diduga oknum polisi, Kumbul juga merencanakan pemeriksaan atas pria berinisial MR itu. Hanya saja untuk pemeriksaan oknum polisi aktif, pihaknya akan bersurat pada bagian propam tempat yang bersangkutan saat ini berdinas. ”tidak ada yang perlakuan berbeda berbeda antara MR dengan masyarakat umum, semua sama dimata hukum,” pungkasnya.

Lanjut Kumbul, untuk lebih memaksimalkan informasi pihaknya juga sudah berkoordinas dengan Lurah setempat mengenai peredaran video tersebut.

Terkait status kedua terduga pelaku yang pada hari Kamis (28/2/2013) menikah, menurut Kumbul, hal itu tidak berpengaruh terhadap jalannya pemeriksaan. KArena perdaran video mesum itu telah meresahkan masyarakat Bima, menurutnya proses pemeriksaan dalam konteks penyelidikan terhadap kebenaran video dan pemerannya itu akan tetap dijalankan. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *