Polri: drg. YA, Terduga Yang Menyembunyikan Buronan Densus 88

Kota Bima, Kahaba.- Dugaan keterlibatan drg. YA dalam isu penangakapan teroris di Kota Bima dua hari lalu (Jum’at, 13 April 2012), sementara ini dikaitkan dalam ikut serta menyembunyikan buronon teroris Aceh, KN alias Kamal alias Abdul alias Hamid alias KD dan terakhir dikenal dengan nama Ridho oleh istri YA. Pria ini berasal dari Majalengka, Jawa Barat, masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi antiteror dengan dugaan kasus pelatihan teror di Aceh.

Kediaman drg. YA, terduga menyembuntikan buronan Densus 88, di kelurahan Pane Kota Bima/ Foto : Bin Kalman

Penangkapan keduanya dilakukan oleh Densus 88 Mabes Polri, sekitar pukul 15.15 Wita, tepat di depan mesjid raya Bima, di Jalan Bougenville, Kampung Tolomundu, Kelurahan Pane, Kota Bima, saat bergoncengan mengendarai sepeda motor ketika hendak menuju mesjid.

Saat ini keduanya sedang di periksa secara insentif oleh penyidik Mabes Poliri di Jakarta, yang sebelumnya, Jum’at malam (13/4) langsung dilarikan lewat jalan darat ke Bandara Selaparang, Kabupaten Sumbawa, dan diterbangkan ke Jakarta. Demikian rilis resmi Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Jakarta, Sabtu (14/4), seperti dilansir media kompas.com.

Boy menjelaskan, KN alias Kamal diduga pernah terlibat dalam aksi terorisme berupa perampokan di Purwakarta, Jawa Barat. Ia juga diduga terlibat aksi teror dalam kasus perampokan bank CIMB Niaga, Medan, Sumatera Utara.

”YNI (drg. YA, red) diduga selama ini menyembunyikan KN,” ujar Boy.

Isrti drg. YA, Endah, mengakui keberadaan Kamal alias KD dan sering di panggil Ridho olehnya. Ridho telah tiga minggu tinggal di Bima, dan selama ini membantu pekerjaan suami Saya, sebagai staf administrasi di tempat praktek. “Ridho bukan seorang dokter sebagaimana isu yang beredar, dia cuma membantu administrasi pekerjaan suami Saya dan dia katanya berasal dari Jakarta,” ungkap ibu bercadar ini, (14/4). [Kompas/BM/BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. akbar

    langsung dilarikan lewat jalan darat ke bandara selaparang, kabupaten sumbawa??apa maksudnya ya…sumbawa ya sumbawa, selaparang mah di lombok…ayooo,yg ngedit beritanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *