Proyek Perbaikan Jalan Terlantar, Warga Mengeluh

Kota Bima, Kahaba.- Proses perbaikan jalan beberapa minggu terakhir yang tidak diselesaikan di sejumlah ruas jalan di kota Bima dikeluhkan warga. Pasalnya jalan rusak di kecamatan Rasanae Barat dan Asakota itu hanya ditimbun dengan tanah dan dibiarkan menjadi jalur berlumpur.

Kondisi sejumlah ruas jalan di Kecamatan rasanae Barat dan Asakota. Foto: Arief

Kondisi sejumlah ruas jalan di Kecamatan rasanae Barat dan Asakota. Foto: Arief

Hal ini terpantau dari pengamatan Kahaba di sejumlah ruas jalan seperti di sekitar Lingkungan Sumbawa Kelurahan Tanjung, jalan di depan STIE Bima dan jalan menuju Kelurahan Sarae Kota Bima. Seluruh badan jalan yang baru saja di timbun dengan tanah itu tak jauh lebih baik dari sebelumnya. Jalan yang awalnya rusak tersebut ditimbun dengan tanah lalu dibiarkan saja oleh pekerjanya sampai hingga tak jelas kelanjutan pengerjaannya.

Hujan yang sering turun akhir-akhir ini juga menambah kekecewaan pengguna jalan. Bagaimana tidak, tanah diatas aspal rusak yang hanya dipadatkan itu kemudian berubah menjadi genangan lumpur dan jalan bergelom membahayakan sejumlah pengguna jalan khususnya pengendara roda dua.

Man, salah seorang  pengguna jalan mengaku kecewa dengan proyek yang ditelantarkan Pemkot ini. Pasalnya, bukan sekali dirinya hamper jatuh terpeleset akibat licinnya jalan. “Saya jengkel mas kalau melewati jalan itu, takut terpeleset apalagi kalau sedang berboncengan,” akunya.

Salah seorang warga Kelurahan Tanjung yang sering menggunakan jalan di sebelah barat Pasar Raya Bima juga mengaku kesal. Penimbunan jalan dengan material tanah di musim penghujan dikatakannya bukanya memperbaiki malah menambah kerusakan. Dia pun berharap agar pemerintah Kota Bima segeralah melanjutkan perbaikannya, dan tidak menunggu jatuhnya korban dari pengguna jalan.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bima Abd. Rais, S.Sos yang dihubungi pada hari Sabtu (2/3/2013) mengaku Pemerintah Kota Bima tidak ingin setengah-setengah dalam menjalankan tugasnya, termasuk persoalan jalan. Beberapa hari terakhir ia mengaku telah mendengar keluhan warga masyarakat tentang kondisi jalan tersebut. Dikatakannya dalam proyek pengerjaannya sejumlah ruas jalan tersebut memang sengaja ditimbun dengan tanah lebih awal dengan menggunakan LPA dan LPB, untuk menguat badan jalan dan pengerasan jalan. ’ Dengan kondisi seperti sekarang air hujan malah justru akan memperkuat sisi jalan yang di timbun,’’ tukasnya.

Pengaspalan jalan akan dilakukan jika struktur tanah sudah mulai padat. “Sengaja kita tidak melanjutkan pekerjaannya karena kebetulan sekarang musim hujan. Kami menunggu sampai badan jalan yang di timbun itu padat dengan sendirinya, baru selanjutnya akan dipadatkan menggunakan mobil walas,’’ terangnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *