Cafe Flamboyan Dijaga Ketat Polisi

Kota Bima, Kahaba.- Pasca aksi kekerasan yang menyebabkan kematian Ahmad (27) salah seorang warga Talabiu pada Minggu (4/3/2013) Café Flamboyan dijaga ketat. Kapolres Bima Kota mengungkapkan Cafe Flamboyan tidak memiliki keterkaitan dengan pembunuhan yang terjadi, sehingga tidak perlu dilakukan penuntupan usaha.

Ilustrasi. Foto: rumahportrait.blogspot.com

Ilustrasi. Foto: rumahportrait.blogspot.com

Kapolres Bima-Kota AKBP Kumbul KS, Sik dikonfirmasi di kantor Sat Reskrim Gunung Dua mengaku penjagaan polisi di areal tempat hiburan yang berlokasi di Lingkungan Wadu mbolo itu adalah salah satu langkah pencegahan yang ditempuh pasca aksi berdarah yang terjadi di sekitar lokasi.

Polisi mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan menyusul santernya isu tempat  kejadian perkara (TKP) pembunuhan itu akan diserang oleh warga desa asal korban.Namun isu itu terbukti tidak benar karena hingga hari ini kejadian yang ditakutkan itu tidak terbukti.

Kumbul membenarkan jika sebelum kejadian para pelaku keluar dari cafe tersebut untuk menggelar pesta miras, namun tidak ada alasan pihaknya untuk melakukan penutupan atau penghentian operasi secara paksa terhadap Cafe Flamboyan.

Kemudian terkait keberadaan tempat hiburan malam itu yang dituding menjadi pemicu keributan, Kumbul mengatakan belum menemukan keterkaitan antara aktivitas di café itu dengan kejadian pembunuhan warga Desa Talabiu. Berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan olah TKP, kejadian pembunuhan terjadi di luar areal café.

Adanya informasi bahwa bahwa selama ini kerap muncul kejadian kekerasan di Cafe Flamboyan, kata dia belum bisa dipastikan kebenarannya. “Jelas, harus ada penjelasan dan fakta. Apalagi selama ini tidak ada laporan kalau cafe tersebut kerap menjadi lokasi perkelahian pengunjung,” kilahnya.

Kejadian pengeroyokan oleh sejumlah orang kepada korban di depan Kafe Flamboyan, Ahad (3/3/2013) pukul 04.00 wita kemarin menewaskan warga Desa Talabiu. Korban tewas beberapa jam setelah kejadian akibat luka tusuk dibagian pinggang kanan oleh empat orang yang saat itu menggunakan mobil.

Hingga saat ini pelaku penusukan yang menewaskan Ahmad (27) warga Desa Talabiu Kecamatan Woha masih dicari polisi. Diduga pelaku yang beberapa orang diantaranya merupakan residivis itu masih bersembunyi di wilayah Bima.[BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *