Rumah Warga di Rite Diamuk Si Jago Merah

Kota Bima,  Kahaba.- Satu unit rumah panggung yang terletak di tengah pemukiman padat penduduk di Kelurahan Rite Rabu (7/3) dini hari ludes terbakar. Dilaporkan tak ada korban dalam peristiwa ini dengan kerugian materi ditaksir sebesar Rp 15 juta.

ilustrasi

ilustrasi

Rumah panggung enam tiang milik pasangan suami istri Sirajudin dan Sumarni di tengah pemukiman padat penduduk RT 09 RW 05 Kelurahan Rite itu begitu cepat terbakar. Api hampir saja menyambar rumah-rumah lainnya yang berdekatan, namun untung tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Bima berhasil padamkan api setengah jam kemudian.

Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut tersebut. Namun dilaporkan, orang tua dari pemilik rumah mengalami luka akibat terjatuh saat coba menyelamatkan diri saat api mengamuk. Seluruh harta benda milik keluarga itu juga musnah menjadi abu. Kerugian materi ditaksir sebesar Rp 15 juta. ”tidak ada yang diselamatkan pak, semuanya habis terbakar, kecuali ijazah saja,” tukas Sumarni (45) seraya menambahkan pakaian sekolah anak-anaknya serta perlengkapan lain juga ikut ludes terbakar.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran itu belum dapat dipastikan. Namun Sumarni mengaku, sesaat sebelum kebakaran terjadi dirinya sempat mendengar suara-suara mencurigakan di samping rumah. “Karena curiga ada pencuri ternak, saya bangun dan keluar rumah. Saya kaget karena tiba-tiba melihat api membakar sebagian rumah,” katanya.

Sumarni yang panik kemudian berteriak memanggil para warga untuk memadamkan api. Untungnya pada saat itu suami dan anaknya mendengar suara teriakan itu dan bergegas keluar rumah. Dengan peralatan seadanya mereka mencoba memadamkan api yang sudah membesar itu. Kebakaran itu baru dapat diredakan setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba setengah jam setelah kejadian.

Ditanyakan bantuan dari Pemerintah Kota (pemkot) Bima, diakui Sumarni diberikan sembako, selimut dan uang sebesar Rp 2,5 juta dan diserahkan langsung pagi hari beberapa saat setelah kejadian kebakaran. Karena kehilangan tempat tinggal, terpaksa Sumarni dan keluarga tidur berdesak-desakan di rumah tetangga dan kerabat. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *