Cenggu Jadi Langganan Banjir

Kabupaten Bima, Kahaba.-  Nyaris setiap tahun Desa Cenggu kini menjadi langganan banjir. Minggu (11/3) siang setelah hujan lebat terjadi seharian, untuk ketiga kalinya sebagian besar Desa Cenggu Kecamatan Belo, Kabupaten Bima digenangi banjir setinggi setengah meter.

Ilustrasi

Ilustrasi

Banjir terjadi beberapa saat setelah hujan cukup lebat melanda Kecamatan Belo sekitarnya pada hari minggu itu adalah banjir yang ke sekian kalinya melanda desa dalam kurun awal tahun ini. Seperti banjir-banjir sebelumnya, banjir pada hari Minggu itu juga dipicu oleh banjir sungai-sungai kecil di sekitar pemukiman warga.

Genangan air dengan ketinggian se-lutut orang dewasa bahkan sampai masuk ke rumah-rumah warga. Tidak saja pemukiman warga yang kerap menjadi korban, persawahan juga ikut tergenang air meninggalkan kerugian di pihak petani.

Banjir yang kerap melanda sebagian besar wilayah Desa Cenggu sampai saat ini seakan tidak mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bima.  Padahal warga kerap menyampaikan keluhan mereka setiap ada kesempatan bertemu dengan pejabat ditingkat Kecamatan dan Desa.

Seperti disampaikan Yusrin salah satu warga setempat, genangan banjir diakuinya sudah kerap terjadi di Cenggu. Setiap hujan lebat selalu saja pemukiman warga bagaikan kolam penampungan air hujan. “Yang paling merasakan sengsaranya banjir ini adalah warga yang menempati rumah semi permanen, karena terbuat dari kayu air sampai masuk menggenangi seluruh kamar,” paparnya.

Warga yang rumahnya kemasukan air jelas Yusrin selama ini hanya bisa pasrah, dan hanya bisa mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. “Ini sudah yang ketiga kali,” ujarnya.

Menurut Yusrin, selama ini banjir tidak pernah menggenangi pemukiman warga Cenggu, tetapi pasca dibuatnya gorong-gorong saluran pembuangan air di sekitar pemukiman warga sebagai solusi malah bukan menjadikan rumah warga bebas dari banjir malah tambah parah. Banjir juga dikatakannya sudah merusak jalan desa. yang anehnya lagi, Pemerintah Desa dan Kecamatan tidak pernah memperhatikan, faktanya saat banjir terjadi tidak pernah ditinjau malah dibiarkan.

Harapan warga, segera ditindaklanjuti, mencarikan solusi bagaimana pemukiman warga kedepannya tidak lagi tergenang banjir, akibat banjir selama ini warga tidak bisa beraktifitas, kerjanya hanya menyelamatkan harta benda. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *