Terkait Sakura, DPC Demokrat Bentuk Tim Internal

Kabupaten Bima, Kahaba.- Terkait mengemukannya dugaan skandal yang membelit salah seorang Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bima dengan salah seorang oknum anggota DPRD asal partai yang sama, Wakil Sekretaris II DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima, Muhlis, ST mengungkapkan secara internal DPC akan membentuk tim guna menelusuri kebenaran kabar itu. Namun secara kelembagaan, pihaknya tidak akan mencampuri urusan rumah tangga Sakura dan suaminya.

Ilustrasi

Ilustrasi

Muhlis, ST yang telah diberi kepercayaan untuk menjadi juru bicara masalah tersebut menjelaskan, karena saat ini sedang proses cerai, dan ibu Sakura sudah mengajukan gugatan cerai di pengadilan ia menduga ada unsur lain yang bermain dibalik mencuatnya dugaan insiden itu. “Kami rasa masalah ini muncul karena Khairil sakit hati dan menaruh dendam personal, sehingga segala cara dilakukan untuk menghancurkan elektabilitas Partai Demokrat dan Sakura,” jelasnya.

Namun ia menegaskan, untuk menyelesaikan persoalan tersebut dan mencari tahu kebenarannya, secara internal partai dalam waktu dekat akan membentuk tim guna menelusuri kabar itu. “Kita lihat hasil kerja tim nanti,” katanya.

Ditanya mengenai Muhidin yang menghubungi Khairil dan mengabarkan masalah itu, Muhlis membantahnya. “Muhidin tidak pernah menghubungi Khairil, apalagi jam dua malam disaat orang pada tidur,” elaknya.

Lalu mengenai tidur dalam satu kamar, Muhlis membenarkannya, berdasarkan surat pernyataan Iskandar, yang dibuat oleh Khairil. “Namun perlu diketahui, saat klarifikasi Khairil memaksa dan mengancam Iskandar untuk tanda tangan diatas matrei, dan mengakui pernah tidur satu kamar dengan Sakura,” tegasnya.

Poin yang paling penting juga, lanjutnya, sebelum mengikuti acara Silatnas, keempat orang itu melakukan pertemuan singkat di kamar Sakura, guna membahas dan mengambil langkah strategis untuk disampaikan pada saat acara tersebut.

Karena pertemuan saat itu berlangsung hingga tengah malam, dan Iskandar kelelahan melakukan pertemuan kedinasan sebagai pejabat publik, secara tidak sengaja Iskandar ketiduran. “Teman-teman juga karena melihat Iskandar pulas tidur, tidak enak membangunkan, kemudian menuju kamar masing-masing. Lagi pula mereka tidur beda ranjang,” jelasnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *