Bantah Tudingan Miring, Sakura Gelar Konferensi Pers

Kota Bima, Kahaba.- Menanggapi sejumlah pemberitaan miring di berbagai media cetak dan elektronik yang menyorot dirinya yang diduga tidur sekamar dengan anggota DPRD Kabupaten Bima Iskandar Zulkarnain, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima Sakura H. Abidin membantah pemberitaan tersebut. ia juga menuding suaminya Khairil Achmadsyah hanya melempar fitnah.

Sakura H. Abidin (ilustrasi)

Sakura H. Abidin (ilustrasi)

Bersama dengan sejumlah pengurus caabang partai berlogo mercy itu, Sakura menggelar konfrensi pers di kediamannya hari Kamis (14/3/2013). Dalam keterangannya, Adik kandung Walikota Bima yang kini menjabat sebagai petinggi DPC Demokrat Kabupaten Bima itu mengungkapkan, setelah mencerna dan mencermati hasil pemberitaan diberbagai media massa yang beredar di Kabupaten dan Kota Bima terdapat beberapa hal penting yang perlu ia konfirmasi kepada masyarakat melalui pers.

Diantaranya, pertama yakni pers adalah insan independen yang tentunya memiliki tugas dan tanggungjawab utuh pada independensi itu sendiri, tanpa ada pembelokan pemberitaan, pelintiran maupun pengaburan fakta.

Kemudian, pers merupakan mitra siapapun yang selalu membela kepentingan masyarakat dan keutuhan bangsa dan negara dan dalam hal ini pers lokal, regional dan nasional yangf beredar di Kabupaten dan Kota Bima adalah mitra sejati partai demokrat,

Mengenai pemberitaan di media massa lokal Bima, ia memberikan klarifikasi bahwasanya pada saat silahturahmi nasinoal (Silatnas) Partai Demokrat di Sentul Bogor Jawa Barat, DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima mendapat undangan kolektif secara nasional dengan ketentuan meminta kehadiran Ketua, sekretaris, Bendahara, divisi pembinaan organisasi atau OKK dan segenap anggota DPRD.

Pada saat acara masih berlanjut, sekitar pukul 01.00 dini hari, karena merasa kecapean, langsung pulang lebih dulu menggunakan taksi, berempat (Dirinya, Iskandar Zulkarnain, Wahidin dan Adiman). Sesampainya di hotel Sultan, mereka diberikan dua kunci kamar untuk DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima. Namun pada saat itu mereka memakai satu kamar, setelah berbincang beberapa menit, kemudian sekretaris Wahidin tidur sendiri dan Dirinya tidur sekamar dengan Adiman dan Iskandar Zulkarnain, dengan tempat tidur yang terpisah, hingga pada pagi hari. “Saya minta ditemani karena takut tidur sendiri. Saya juga berani bersumpah menggunakan Al-Quran, bahwa kami tidak melakukan apa-apa,” tepisnya.

Mengenai penandatangan Surat Keterangan oleh Iskandar Zulkarnain untuk mengakui bahwa yang bersangkutan telah tidur sekamar, itu semata-mata atas intimidasi yang dilakukan oleh Khairil Achmadsyah. “Isi surat pernyataan itu memang benar tidur sekamar, tapi didalam kamar juga ada Adiman dan kami tidak melakukan apa-apa,” tegasnya.

Ia mengaku, tidur sekamar dengan pengurusnya tidak hanya sekali ini, tapi sering. Namun, dia menegaskan, tidur dalam satu kamar selalu ramai-ramai. “Di lombok Raya pun kami tidur sama dalam satu kamar dengan sejumlah kader. Ini menunjukan kami memang memiliki ikatan persaudaraan yang kuat,” ujarnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *