Dishutbun Kota Bima Gelar Sosialisasi Perkebunan

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kota Bima Rabu kemarin di aula kantor Camat Mpunda menggelar acara sosialisasi Program Perkebunan Tingkat Kota Bima Tahun 2013. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Dishutbun Kota Bima, para Camat dan Lurah, TP PKK, serta sejumlah kelompok tani. Acara dibuka oleh Asisten II Setda Kota Bima, Ir. Hj. Rini Indriati, yang mewakili Walikota Bima.

Ilustrasi

Ilustrasi

Melalui Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Drs. Is Fahmin, Kepala Dishutbun Kota Bima, Ir. H. Zulkifli, menjelaskan kegiatan tersebut ditujukan terutama untuk perbaikan dan pembinaan secara manajemen dan teknis, dan pada akhirnya nanti dapat memberdayakan kelompok tani sebagai unit usaha terkecil dalam sistem kelembagaan pertanian.

Peningkatan mutu sumberdaya manusia (SDM) kelompok tani, khususnya petani pekebun, dalam rangka memperkuat dan mendukung program pemberdayaan petani melalui teknologi dan informasi pertanian merupakan keharusan untuk dilaksanakan. Untuk itu, diperlukan adanya suatu bentuk peningkatan kapasitas bagi para pengurus kelompok tani maupun aparatur pembinaan dalam bentuk pelatihan keterampilan teknis.

Sementara itu, Ir. Hj. Rini Indriati dalam sambutannya mengatakan Kota Bima merupakan kawasan yang cukup potensial untuk pengembangan sektor perkebunan karena kita memiliki lahan kering yang cukup untuk dijadikan areal pengembangan tanaman perkebunan seperti jambu mete, kelapa, dan kemiri.

“Saat ini saya melihat masih banyak lahan kering yang ditelantarkan. Oleh karenanya, saya meminta kepada dinas terkait untuk terus berikhtiar meningkatkan kemampuan dalam merencanakan dan memilih program dan kegiatan yang dapat meningkatkan nilai tambah dari lahan kering itu sendiri sehingga produktivitas komoditi perkebunan di Kota Bima menunjukkan peningkatan yang dapat dibanggakan,” kata Ir. Hj. Rini Indriati.

Ia juga menyinggung untuk komoditi kelapa, yang sudah ada sekarang kebanyakan pohon kelapa yang sudah tua dan tidak dipelihara dengan baik, sehingga produksinya kurang. Padahal akhir-akhir ini permintaan konsumen akan kelapa, baik kelapa muda maupun yang sudah tua, semakin hari semakin tinggi.

Kedepannya ia berharap adanya terobosan-terobosan baru dalam berusaha tani tanaman perkebunan, antara lain dapat melakukan usaha tani perkebunan yang diintegrasikan dengan tanaman semusim dan ternak. Disamping itu, perlu peningkatan nilai tambah dari produk mentah menjadi produk olahan yang dapat bersaing dengan produk olahan komoditi perkebunan dari daerah lain.

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bima Tahun 2011–2031, kawasan peruntukan perkebunan di Kota Bima adalah seluas kurang lebih 3.632 hektar, dengan komoditi unggulan jambu mete dan kelapa yang tersebar pada kelurahan Ntobo, Jatibaru, Jatiwangi, Nitu, Nungga, Lelamase, Lampe, Matakando, dan Kolo. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *