Pengundian Nomor Urut Calon Walikota Bima Berlangsung Ketat

Kota Bima, Kahaba.- Rapat pleno terbuka tentang pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon Walikota Bima dan Wakil Walikota Bima berlangsung di GOR Manggemaci Rabu (27/3/2013) dibawah pengawalan super ketat aparat Kepolisian. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan deklarasi pemilukada damai oleh tujuh pasangan peserta pemilihan umum.

Tujuh pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bima. Foto: Kahaba

Tujuh pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bima. Foto: Kahaba

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh tujuh pasangan calon yang kemarin secara resmi diumumkan, KPU Kota Bima menetapkan nomor urut para Calon Walikota dan Wakil Walikota Bima Tahun 2013 adalah sebagai berikut:

  1. H. Junaidin H. Ismail dan H. Mustamin (JAMIN)
  2. Hj. Rr. Soesi Wiedhiartini dan Muhamad Rum (BARU)
  3. H. Qurais H. Abidin dan H. Arahman H. Abidin (QURMA)
  4. Subhan H. M. Nur dan Muhammad Riza (SURI)
  5. H. Sucipto M. Abdullah dan H. Junaidin (SUJUD)
  6. Feri Sofian dan H. Iskandar Zulkarnain (RIANG)
  7. Hj. Ferra Amelia dan H. M. Natsir  (FERSI)

Usai melakukan pengundian nomor, para pasangan calon kemudian secara bersama mendeklarasikan pelaksanaan Pemilukada yang damai. Diharapkan, dengan adanya kesepakatan bersama tersebut akan menciptakan pesta demokrasi yang bersih, jujur, dan adil untuk kemaslahatan masyarakat Kota Bima.

Berdasarkan pantauan Kahaba, kegiatan pengundian nomor urut calon berlangsung super ketat. Tampak Polisi melakukan penjagaan berlapis dengan mengerahkan personilnya di titik-titik strategis di Kota Bima. Jalan dari dan menuju gedung GOR Manggemaci yang menjadi pusat acara pun diblokir petugas.

Pendukung calon Walikota dan Wakil Walikota Bima menunggu hasil pengundian nomor urut calon. Foto: Kahaba

Pendukung calon Walikota dan Wakil Walikota Bima menunggu hasil pengundian nomor urut calon. Foto: Kahaba

Selain itu, penjagaan di lokasi rapat pleno pun tak kalah ketatnya. Untuk mengantisipasi kericuhan yang terjadi antar para simpatisan calon, selain jajaran muspida dan Kepala SKPD Pemerintah Kota Bima serta peserta lain yang mengantongi undangan acara, tak seorangpun diizinkan petugas memasuki ruangan.

Untuk masing-masing calon Walikota dan Wakil Walikota, panitia hanya memberi 20 lembar undangan. Karenannya, ribuan massa simpatisan lain tertahan di luar gedung dan tidak diperbolehkan masuk. Riuh Yel – yel dan teriakan mendukung pasangan calon terdengar lantang. Untung saja, kendati potensi resistensi yang sangat tinggi, namun pihak keamanan brehasil meredam potensi kericuhan.

Sebelumnya, Kapolres Bima Kota AKBP. Kumbul, KS, SIK, SH mengatakan, untuk pengamanan Pemilukada Kota Bima pada moment-moment penting seperti pengundian dan penetapan nomor pasangan calon, dilakukan dengan sistim ring. Hal itu dilakukan karena potensi kericuhan yang sangat tinggi. Kemudian yang tidak memiliki undangan, ditegaskan untuk tetap tidak diperbolehkan masuk. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *