Tiswan Akui Sejumlah Kader Golkar Membelot

Kota Bima, Kahaba.- Kendati Partai Golkar telah secara resmi menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon walikota Ferra-Natsir (FERSI), namun di tingkat bawah tidak sedikit kadernya memilih hengkang bahkan masuk dan menjadi tim pemenangan pasangan calon lainnya di tingkat Kelurahan dan tingkat Kecamatan. Sekretaris DPC II Partai Golkar Kota Bima tidak menyangkal inkonsistensi sejumlah kadernya, namun ia memastikan jumlah mereka hanya satu atau dua orang saja.

Ilustrasi

Ilustrasi

Berdasarkan pantauan Kahaba pada beberapa momen pengerahan masa oleh sejumlah pasangan calon, sejumlah kader partai berlambang pohon beringin itu justru terlihat memperjuangkan pasangan lain yang tidak sesuai dengan pasangan resmi yang ditetapkan partai. Mereka malah mendukung pasangan Walikota dan Wakil Walikota seperti pasangan Qurma dan pasangan Suri, bahkan keberadaan Kader Golkar tesebut tampak nyata secara aktif mendukung pasangan lain itu.

Sekretaris DPC II Partai Golkar Kota Bima, Tiswan Suryaningrat mengatakan sebenarnya tidak banyak yang membelot. Kalaupun ada, hanya satu dua orang. “Hanya sebagian yang membelot, satu dua orang saja,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon beberapa waktu lalu.

Tiswan memastikan, kadernya yang sudah terang-terangan membelot yakni Subhan HM. Nur, SH dan H. Junaidin H. Ismail, SH. Kedua kader golkar tersebut secara resmi maju sebagai Calon Walikota Bima yang menjadi kompetitor Golkar yang mengusung pasangan FERSI. “Mereka berdua sudah nyata-nyata membelot karena tidak menaati keputusan partai,” tegasnya.

Namun untuk tingkat Kelurahan dan Kecamatan, sepengetahuan dia tak ada yang membelot. Hingga saat ini belum ada laporan yang masuk pada pihaknya, akan tetapi ia memperkirakan kalaupun ada, jumlahnya pun tidak banyak. “Kalau secara langsung kami melihat mereka sudah terang-terangan mendukung calon lain pada Pemilukada Kota Bima, tentu akan kami pecat. Namun hingga saat ini kami belum teima laporan,” tukasnya.

Tiswan juga mengungkapkan, kader yang loyal harusnya menaati dan menjalankan apapun mekanisme partai. “Siapa lagi yang akan memajukan Golkar, kalau bukan kadernya sendiri,” ungkapnya. [BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *