Dihipnotis, Saldo ATM Meli Terkuras

Kota Bima, Kahaba.- Berhati-hati dan waspada terhadap orang yang tidak dikenal, sebuah himbauan yang tak berlebihan mengingat semakin beragamnya tindak kejahatan yang terjadi akhir-akhir ini. Seperti yang terjadi di Kota Bima pada Selasa (2/4/2013) sekitar pukul 10.30, Meli Suryati (27) warga Desa Timu Kecamatan Bolo menjadi korban kejahatan hipnotis yang membuatnya mengalami kerugian senilai Rp 2 juta.

Ilustrasi

Ilustrasi

Ditemui di ruang Sentra Pelayan Kepolisian (SPK) Polres Bima Kota, Meli menceritakan musibah menimpanya.  Saat itu dirinya sedang duduk didepan kediaman temannya di Kelurahan Pane. Tiba-tiba datang dengan menggunakan sepeda motor seseorang yang tak dikenal mengajak ngobrol.Diceritakannya, pria tersebut sempat menepuk bahunya seraya meminta meminta nomor rekening bank. Tanpa mempertanyakan perihal permintaan pelaku tersebut, Meli mengaku tidak sadar dan menuruti saja seluruh permintaan pelaku.

Dalam kondisi tak sadar pula ia menuruti permintaan pelaku yang mengajaknya ke salah satu mesin ATM di Jalan Gator Subroto Kelurahan Penatoi. Namun karena di ATM tersebut sedang ramai, akhirnya pelaku membawanya ke ATM lain di depan kantor Walikota Bima tepatnya di kantor Telkom.

“Disitu pelaku menanyakan berapa nominal uang dalam rekening saya, tapi saat itu saya seperti tidak bisa menahan diri untuk bicara,” tukasnya seraya mengakui ia memberitahukan jumlah uang dalam rekeningnya yaitu Rp 2,7 juta kepada pelaku.

Tambah Meli, pelaku sempat menjanjikan kalau uang dalam rekeningnya akan bertambah Rp 22 juta kiriman dari jakarta. Ia pun mempercayainya kemudian menarik uang dalam rekeningnya sebesar Rp 2 juta lalu menyerahkan kepada pelaku.

Korban mengaku sadar telah dihipnotis setelah pelaku tidak lagi terlihat di lokasi itu. Ia pun lantas melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak Kepolisian Resort Bima Kota.

Kendati itu, Meli mengaku masih mengingat ciri-ciri fisik pelaku yang menghipnotisnya. Ia diketahui berperawakan tinggi, dengan kulit putih seperti orang albino, memakai helm untuk menyamarkan muka, serta memakai sepeda motor tanpa plat nomor.

Korban berharap pelaku kejahatan itu segera ditangkap oleh kepolisian. Apalagi ia meyakini, pelaku sempat terekam kamera pengintai (CCTV) di depan kantor BNI Gatot Subroto,  di dalam bilik ATM Telkom dan kemungkinan pula terekam kamera CCTV di kantor Telkom. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Uba la Haykal

    Hipnotis, gendam atau apapun namanya, akan menguasai korban bila dalam keadaan ‘blank’. Jadi, selalu istighfar merupakan salah satu kunci terhindar dari hipnotis. Semoga tidak terjadi lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *