Incumbent Terindikasi Kampanye Bermodus Kunjungan Kerja

Kota Bima, Kahaba.- Semakin dekatnya pelaksanaan Pemulikada Walikota dan Wakil Walikota Bima membuat seluruh kontestan yang terjaring sebagai bakal calon mengintensifkan berbagai jenis sosialisasi dan pengenalan pasangan masing-masing kepada masyarakat kota. Namun sungguh disayangkan, pasangan incumbent H. M. Qurais H. Abidin dan Wakil Walikota H. Arahman H. Abidin melakukan kunjungan bernuansa politis ke Kelurahan Na’e dengan dalih kunjungan kerja pada hari Kamis(4/4/2013) kemarin.

Pemilihan Walikota Bima - NTB 2013

Pemilihan Walikota Bima – NTB 2013

Terpantau oleh sejumlah wartawan dan beberapa anggota Panwaslu Kota Bima, dalam acara kunjungan kerja Walikota dan Wakil Walikota tersebut baik PNS, masyarakat, tokoh masyarakat, pemuda hingga anak-anak turut dilibatkan. Tidak seperti kunjungan kerja yang seharusnya, dalam tenda acara tersebut tampak mencolok sejumlah atribut partai, nomor urut pasangan yang tertempel mengelilingi tenda hingga pakaian yang digunakan bertuliskan pasangan Qurma dengan kalimat ‘lanjutkan’.

Dalam sambutannya, Qurais hanya memaparkan keberhasilan selama memimpin dua tahun Kota Bima berupa pembangunan jalan Melayu-Kolo, jalan dua arah Ama Hami,  Convention Hall Paruga Nae dan gedung KONI. Yel-yel ‘qurma manis’ dan ‘lanjutkan’ pun menggema mengiringi pidato  Calon Walikota incumben itu hingga akhir acara.

Walikota dan Walikota Bima itu pun tak tampak memakai pakaian dinas.  Seragam ciri khas ‘QURMA’ mereka kenakan sehingga lengkap lah sudah, kunjungan kerja resmi yang harusnya mereka lakukan menjelma menjadi ajang kampanye politis.

Sementara itu,  Panwaslu Kota Bima melalui Ketua Bidang Pengawasan Ir. Khaerudin M. Ali M.Ap yang ditemui wartawan mengungkapkan, pihaknya mendefinisikan apa yang dilakukan oleh walikota Bima H.M. Qurais H. Abidin bersama Wakil Walikota Bima H.Arahman H.Abidin merupakan sebuah tindakan yang mengarah ke pelanggaran pemilu. Karena berdasarkan aturan yang telah ditetapkan sejak penetapan calon pada 25 Maret lalu, setiap pasangan calon yang sudah ditetapkan harus mengikuti tahapan Pemilukada yang telah ditetapkan KPUD Kota Bima.

Ia mengungkapkan, indikasi pelanggaran seperti penggunaan atribut pasangan calon untuk kegiatan resmi pemerintahan dan pelibatan PNS untuk ikut berpolitik praktis jelas terlihat dalam kegiatan tersebut. Ada beberapa orang oknum PNS yang dikatakannya hadir dengan memakai atribut salah satu pasangan calon. Karenanya, Panwaslu akan menyelidiki dan mengumpulkan bukti-bukti, karena tidak menutup kemungkinan ada pelanggaran lain yang telah dilanggar.

Panwaslu Kota Bima juga akan bertindak dengan merekomendasikan temuan pelanggaran tersebut dan hasilnya akan dilaporkan kepada pihak kepolisian. “Yang jelas untuk bukti awal terkait kegiatan di Kelurahan Na’e kemarin sudah kami himpun dan rencananya siang ini akan kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk menindak lanjuti” tegasnya Sabtu (6/4/2013). [EM*/BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. sandipanji40

    ada juga kepala badan yg mengatakan klo itu hny ajang silahturahmi. malah itu seorang doktor di pemkot. ya ketauan klo doktor itu hny gelar di kasih karena kasihan kali. kok doktor otakx g tau aturan ya he…………….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *