Ada Pemilih Ganda dan Nama Orang Meninggal Dunia di DPT Dompu

Dompu, Kahaba.- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Dompu telah melakukan audit Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jumlah DPT 160.748 sudah di pleno tingkat Kabupaten Dompu. Dari jumlah itu, pengawas telah mencatat sejumlah nama yang meninggal dunia dan pindah domisili.

Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu Irwan. Foto: Ist

“Ada 18 orang meninggal dunia per tanggal 30 Agustus. Sementara yang pindah domosili belum ada laporan. Kami telah koordinasi ke KPU,” ungkap Ketua Bawaslu Dompu Irwan, Senin (10/9).

Irwan menuturkan, temuan tersebut tidak dapat dikurangi langsung dalam DPT, karena itu sudah dalam sistem SIDALIH. Temuan dimaksud hanya bisa ditandai dan menjadi data TMS yang akan dilaporkan pada KPU, agar dapat difaktualkan di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Dompu Rusdianto mengungkapkan. Pihaknya  sedang melakukan proses pencermatan kembali terhadap DPT.

“Kami sudah perintahkan PPK, PPS, bersama-sama dengan panwas untuk menggelar rapat koordinasi (Rakor) pencermatan DPT,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya pun telah mengeluarkan surat edaran Nomor 336 tentang penyempurnaan DPT. Kaitannya dengan pencermatan DPT bersama dengan Panwaslu dan Parpol tingkat Kabupaten hingga tingkat desa.

Sementara itu, Ketua PPK Kilo Ahmadin mengakui ada perubahan data yang terindentifikasi ganda. Kesalahan tersebut ada pada saat pengimputan NIK dan itu sudah diperbaiki.

“Itu  pun jumlahnya hanya 18 orang se Kecamatan kilo,” sebutnya.

Menindaklanjuti surat dan perintah KPU, pihaknya telah menggelar rakor, Minggu (9/9/). Dalam rakor tersebut, ditekankan terhadap penyelenggara baik teknis maupun pengawasan untuk bekerja secara profesional dan penuh tanggungjawab.

“Kita harus bersama-sama bekerja secara profesional dan tanggungjawab menyukseskan amanat konstitusi ini,” pungkasnya.

Hal senada pun disampaikan Divisi SDM Panwascam Kilo, M Taher. Semua jajaran penyelenggara pemilu untuk menjaga integritas, agar hasil dari Pemilu berjalan dengan baik.

“Maka dari itu perlu sinergi antara teknis dan pengawasan yang intens,” harap Taher.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *