Usung Politisi Muda, PSI Dompu Optimis Raih Kursi per Dapil

Dompu, Kahaba.- Tak tanggung-tanggung, Partai Solidarita Indonesia (PSI) pasang target tinggi pada Pemilu Legislatif 2019. Partai pendatang baru tersebut pun optomis dengan kemampuan para politisi muda yang diusung.

Ketua PSI Kabupaten Dompu Fisna Rosyanti. Foto: Ady

“Untuk setiap daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Dompu paling tidak harus peroleh 1 kursi,” ingin Ketua PSI Kabupaten Dompu Fisna Rosyanti, Senin (10/9).

Menurut dia, pihaknya sangat optimis dan yakin target itu bisa dicapai di tahun 2019 mendatang. Optimisme itu datang dari semangat dan kepercayaan pemuda Dompu yang terinternalisasi di internal partai.

Politisi muda umur 28 tahun ini menegaskan, caleg yang dipasang oleh partainya di 2019 nanti merupakan generasi terbaik pemuda Dompu. Meski wajah baru dan politisi baru, mereka mampu bertahan dan berdinamikan di politik daerah.

“Intinya kami adalah kader-kader terbaik yang siap berkompetisi dan siap mewarnai percaturan politik daerah maupun nasional. Dan, ini perlu di geloran terus,” tegas Fisna.

Untuk soal taktik memenangkan suara rakyat di Pileg, ibu 2 anak menyatakan PSI sepenuhnya akan mengerahkan seluruh kekuatan. Terutama meyakinkan pemilih untuk pilih caleg yang bersih dan tidak tergoda dengan janji politik semata.

“Kami yakin pemilih sekarang sudah cerdas dan mereka pandai memilih dan memilah. Pilihlan caleg yang bersih, berintegritas dan kapabel,” sarannya.

Untuk diketahui, pada Pileg 2019 nanti Dompu terbagi 4 Dapil. Dapil I masing – masing Dompu, Pajo, dan Hu’u, jumlah alokasi kursi sebanyak 11 kursi. Kemudian Dapil II Woja, jumlah alokasi kursi sebanyak 7. Dapil III Manggelewa dan Kilo, jumlah alokasi kursi sebanyak 6. Kemudian Dapil IV Kempo dan Pekat sebanyak 6 kursi. Total jumlah keseluruhan yang perebutkan sebanyak 30 Kursi.

*Kahaba 09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *