Mengenal Kopi Tambora Lebih Dekat, Kualitas Kopi Menentukan Cita Rasa Kopi

Kabupaten Dompu, Kahaba.- Memahami tentang dunia kopi memang tidak mudah. Dalam perkembangannya, selalu ada hal baru. Mulai dari proses memilih biji kopi yang baik, pembuatan, penyajian hingga rasa kopi di dalam sebuah cangkir. Semua harus dilalui dengan proses yang panjang. Terutama, soal cita rasanya.

Sang maestro kopi robusta Tambora, Ramli alias Ompu Steikhen sedang memberikan edukasi tentang Roaster (Pengolahan) kopi berkualitas dan cita rasa yang puas. Foto: Ist

Gunung Tambora, selain dikenal karena letusannya yang maha dahsyat pada tahun 1815. Kawasan ini pun dikenal meninggal sebuah warisan cita rasa yang mendunia dan dikenal sangat langkah, yakni biji kopi jenis Arabica.

Pada kesempatan kali ini, sebagai seorang penikmat kopi amatir, wartawan media Ady Ardianysah langsung mendatangi seorang maestro kopi Tambora, bernama Ramlin atau akrab disapa Ompu Steikhen.

Kini tanaman asli Amerika Latin ini, dengan suguhan rasa dan aromanya mampu membius dan merambah semua elemen. Tanpa ada perbedaan mereka hanyut dalam cita rasa khas yang sama yakni kopi hitam.

Dalam perkembangannya, rasa keingintahuan para penikmat kopi semakin besar. Tak heran banyak tumbuhnya kedai kopi di sudut-sudut Kota besar hingga di pelopok Desa. Hal ini pun, kini mulai merambah di dana Dompu dan Bima atau dikenal “Bumi Nggahi Rawi Pahu dan Ngaha Aina Ngoho”.

Namun, perkembangan itu, tidak sebanding dengan pengetahun, dan ilmu Kopi. Untuk itulah, sangat penting adanya edukasi yang sistemasti entah itu oleh Barista, Petani Kopi, maupun pakar kopi maupun siapa pun, karena hal ini jelas menawarkan sensasi yang baru dan inspiratif.

Hal inilah yang kami temukan dari Ompu Coffe, produk spesial robusta asal Dompu yang mengharumkan bumi Ngahi Rawi Pahu di mata pencinta dan penikmat kopi Nusantara dan Dunia. Lewat tangan dingin seorang sarjana pendidikan yang berusia 25 tahun itu, King coffee induk perusahaan Ompu Coffe ini, diakui oleh Provinsi NTB lewat plakat penghargaan bergensi, sebagai pemenang Robusta terbaik di NTB.

Dan, dari tangannyalah hasil brand yang merupakan usaha keluarga besarnya ini baru-baru ini keluar sebagai juara dua terbaik se-Indonesia, mengalahkan kopi-kopi terbaik yang selama ini telah duluan ada di hati dan mata para penimat dan pemburu kopi Nusantara.

Pria yang akrab disapa Steikhen ini,  kini telah dilabeli dengan ahli atau maestro kopi robusta NTB. Lewat pengalaman berorganisasi dan ilmu yang didapatnya dari bangku kuliah, ia berhasil menjadi manager pemasaran perusahaan keluarganya tersebut hingga ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dan, bahkan telah menjadi tumpuan kehidupan keluarganya.

”Butuh waktu yang sangat panjang untuk menjadi seperti sekarang. Saya belajar mengenal kopi tidak instan dan tidak plagiat. Tapi saya tumbuh dan besar langsung keluarga petani kopi. Artinya kami tahu seluk beluk kopi dari tanam, hingga perubahan rasa dan kemasannya,” paparnya.

Ia mengaku, dirinya ada, tumbuh dan besar langsung dari rahim petani kopi Tambora di Desa Tambora, Kecamatan Pekat. Untuk itu ia dan sekeluarga terus belajar dan terus mencari inovasi-inovasi terbarukan. Terutama kualitas, dan cita rasa kopi, sementara soal pemasaran kami lebih senang door to door.

Dalam menjaga semua hal tersebut, Steikhen menerangkan, pihaknya selalu mengedukasi ke para penikmat dan pencinta kopi.

”Kami tidak hanya menyediakan kopi dengan bijinya. Tetapi, edukasi dan luangan waktu untuk berbagi pun sangat penting. Konsep seperti ini diyakini untuk menjaga keaslian aroma, cita rasa dan kenikmatan seduhan kopi,” bebernya.

Menariknya, biji kopi pilihan pelanggan akan diroaster (diolah) dengan beberapa metode pengolahan sesuai selera. Diantaranya, dengan metode Manual Brewwing, V-60, Frenc Press, Vietnam Drip dan Rock Presso.

Semua metode ini, betul-betul memperhatikan takaran kopi, air, gula, waktu dan tehnik penyajian. Bagi pencinta kopi sejati, hal-hal seperti ini menjadi faktor penting karena akan mempengaruhi cita rasa kopi. Selain kopi biji original, juga tersedia banyak pilihan kopi campuran bagi anda pencinta kopi moderen. Diantaranya, cappucino, coffe late, espresso, mochacino, americano, serta teh, coldrink dan mocktail.

Pemuda asal Desa Wawonduru ini mengaku, usahanya ini sudah lama dirintis. Namun, baru benar-benar serius sekitar 3 tahun. Ia mengugkapkan, dirinya ingin memperkenalkan kepada masyarakat Dompu dan Bima bagaimana menikmati kopi dengan cita rasa dan sentuhan metode pengolahan.

“Sebagian besar orang Bima dan Dompu adalah peminum kopi. Saya yakin, tidak sulit untuk memperkenalkan cara mengenali kopi yang bagus itu gimana,” katanya.

Kini lewat edukasi tersebut, Ompu Coffe sangat menarik di mata siapa pun. Masyarakat dan pemuda bahkan Komunitas KOPIBIDO pun ambil bagian dalam edukasi Tentang Kopi dikalangan masyarakat dan pemuda. Contohnya, KOPI GRATIS (acara harganas) KOPI AMAL, NGOPI BARENG FAHRI di Dompu dan KOPI MERDEKA di Kota Bima.

Dan, seiring berjalanya waktu konsumsi meningkat di Dompu dan Bima bahkan umumnya di Indonesia. Dirinya saja pelaku kopi (Marketing Ompu Coffee) merasa kehadiran publik peminum kopi di Dompu-Bima tentu memiliki keuntungan sendiri. Sebab, pembahasan tidak melulu mengenai prosesnya. Bahkan dari situ banyak ilmu didapat oleh masyarakat pecinta dan penikmat kopi.

“Selain itu, pada perkembangannya kita memerlukan masyarakat luas. Para jago marketing atau endorse misalnya. Itu juga membantu kita dalam berbagi cara penjualan. Sampai akhirnya ke peminum, karena kita ingin para peminum kopi di Dompu-Bima ikut terlibat juga dalam gerakan literasi dan pelestarian Kopi Tambora,” tutupnya.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *