Terkait Konflik Internal, PSI Dompu Dukung Ketua DPW

Kabupaten Dompu, Kahaba.- Ketua DPD PSI Kabupaten Dompu Fisna Rosyanti akhirnya bersuara, terkait konflik internal partainya yang kini mendera pucuk pimpinan pengurus Wilayah (DPW) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua PSI Kabupaten Dompu Fisna Rosyanti. Foto: Ady

“Saya menyayangkan adanya aksi penyegelan kantor DPW PSI NTB pada, Kamis Lalu,” ucapnya, kemarin.

Menurutnya, sikap yang demikian mencerminkan ketidakdewasaan seseorang dalam mengahadapi masalah. Dirinya berbicara demikian, karena yang ia tahu mereka yang melakukan aksi itu sudah beberapa kali diundang untuk berdiskusi. Namun, tidak diindahkan.

Fisna menegaskan, pihak DPD PSI Dompu sangat respek terhadap Ketua DPW PSI NTB Putrawan Tasal Sukma. Sebab, yang bersangkutan sangat memperhatikan semua DPD disetiap daerah. Setiap pesoalan yang dihadapi daerah putrawan selalu tanggap dan memberikan solusinya.

Sementara terkait tuduhan keterlibatan Putrawan di Partai Golkar, atau dualisme partai. Dirinya yakin jika benar dia menjadi anggota partai itu. Pada saat proses verifikasi faktual keanggotaan dari KPU itu, namanya tidak akan lolos, karena statutus keanggotaanya ganda.

“Namun, kenyataanya pak Ketua DPW bersih, dan lolos di Sipol,” terangnya.

Ia menambahkan, perihal kaitan dengan adanya keluarga dekat dalam kepengurusan DPW. Menurutnya itu sah-sah saja. Karena Fisna yakin di DPD pun ada yang demikian.

“Di tempat kami (PSI Dompu) pun, saya ikutkan saudara juga untuk terlibat di partai,” jelas Alumni IKIP Mataram ini.

Untuk diketahui, demonstrasi yang dilakukan beberapa kader DPD PSI Kota Mataram dan Lombok Tengah, Kamis (13/09) kemarin menuding kepemimpinan Ketua DPW PSI NTB Putrawan Tasal Sukma Prawira melakukan pelanggaran terhadap AD/ART partai.

Selain menuding Putrawan gagal, sejumlah massa aksi juga melakukan penyegelan kantor DPW PSI yang berada di jalan Catur Warga Kota Mataram tersebut. Putrawan yang saat itu sedang dipanggil oleh DPP PSI di Jakarta membantah tudingan yang dilontarkan sejumlah massa aksi tersebut. Ia mengaku bahwa yang melakukan aksi kemarin adalah kader yang sudah tidak aktif lagi termasuk ketua DPD Kota Mataram dan Lombok Tengah.

* Kahaba 09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *