Cegah Penyakit Stunting, Dompu Perbanyak Kampung KB

Kabupaten Dompu, Kahaba.- Dinas Penyuluhan Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Dompu menggelar kegiatan pencanangan Kampung KB untuk Desa Bakajaya dan Desa Mumbu, Kamis (27/9).

Bupati Dompu sedang memukul Kareku Kandei saat pencanangan kampung KB di Lapangan Bola Desa Baka Jaya ,Kecamatan Woja Kabupaten Dompu. Foto: Ist

Kepala Dinas DPPKB H Gatot Gunawan SKM MPPM dalam laporannya menyampaikan, kali kedua Desa Baka Jaya dan Mumbu yang mencanangkan Kampung KB di Kabupaten Dompu. Sebelum itu, pihaknya sudah melakukan pencanangan di Desa Ranggo.

“Target kami tahun ini ada 10 Desa di Kabupaten Dompu yang akan mencanangkan Kampung KB,” sebutnya.

10 Desa tersebut kata dia, terbagi dalam 5 wilayah Kecamatan, yakni 3 Desa di Kecamatan Dompu, 2 Desa Kecamatan Woja, 1 Desa di Kecamatan Pajo, 2 Desa di Kecamatan Huu dan 2 Desa di Kecamatan Pekat.

Gatot menjelaskan, konsep Kampung KB merupakan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dan menjadi 9 Agenda prioritas pembangunan. Tujuannya yakni meningkatkan kualitas hidup manusia, khususnya masalah kesehatan terutama pengawasan dan pecegahan stunting (anak berbadan pendek, red) untuk kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Dompu H Bambang M Yasin menyampaikan, isu stunting atau anak berbadan pendek dibanding usia normal, perlu mendapat perhatian khusus terutama di Desa Bakajaya.

“Kondisi warga Bakajaya sudah memasuki tahap sejahtera, tapi yang menjadi pertanyaan mengapa anak-anak masih banyak yang masuk kategori stunting. Artinya para orang tua belum fokus terhadap kebutuhan gizi anak,” katanya.

Menurut Bambang, akibat dari kondisi stunting akan memberi dampak negatif bagi masa depan anak. Stunting yang dialami oleh anak-anak di Desa Bakajaya dan Mumbu akan membuka potensi kalah bersaing yang semakin terbuka di masa depan.

“Memasuki persaingan dunia yang semakin ketat, anak-anak harus menjadi generasi yang dari awal memiliki potensi untuk menang,” harapnya.

Pemenuhan kebutuhan gizi pada anak sambungnya, menjadi keharusan dan jauh lebih penting. Karena kenyang saja tidak cukup, sehingga para orang tua wajib memperhatikan gizi anak mulai dari masa kehamilan.

Secara terpisah, Kades Baka Jaya Umar H Abas mengaku, dipilihnya Desa Baka Jaya sebagai lokasi kampung KB karena beberapa pertimbangan. Antara lain, banyaknya jumlah stunting.

“Di Desa ini ada sebanyak 86 orang,” bebernya.

Umar berharap, dengan ditetapkan desanya sebagai Kampung KB. Maka perhatian lebih dari OPD terkait untuk bersama-sama membantu membangun Baka Jaya. Besar harapan dengan adanya program ini kedepanya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjadi desa yang maju di Kabupaten Dompu.

*Kahaba 09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *