Angka Perceraian di Dompu Meningkat, Ini Penyebabnya

Kabupaten Dompu, Kahaba.-  Panitera Pengadilan Agama (PA) Negeri Dompu Suharto mengungkap, pada periode Januari-Oktober 2018, angka perceraian di Kabupaten Dompu meningkat. Sudah 681 perkara gugatan yang ditangani, baik cerai gugat, talak, masalah warisan maupun harta bersama.

Ilustrasi

“Kehadiran orang ketiga dan tidak dipenuhinya kebutuhan keluarga masih menjadi pemicu utama,” ungkapnya, Minggu (7/10).

Ia menjelaskan, dengan melihat jumlah perkara yang masuk tersebut bisa dipastikan terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya, pun masih akan terus bertambah hingga akhir tahun nanti.

”Masih ada data yang belum dimasukan dan ini kita pastikan meningkat dari tahun sebelumnya,” katanya.

Menurut dia, meningkatnya angka perceraian ini rata-rata dipicu persoalan klise seperti hadirnya orang ketiga dalam rumah tangga, tidak dipenuhinya kebutuhan keluarga akibat sang suami sibuk mengkonsumsi minum-minuman keras, berjudi dan sejenisnya. Pun beberapa di antaranya disebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan biologis salah satu pasangan.

Suharto membeberkan, cukup dominan mereka yang terpaksa mengakhiri pernikahannya di meja hijau itu ialah kalangan masyarakat umum. Kemudian, disusul anak di bawah umur serta Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ibu-ibu yang datang mengadu itu alasannya hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya, suami tidak bertanggungjawab, perselingkuhan dan tidak terpenuhinya kebutuhan biologis mereka juga ada,” ujarnya.

Dari 681 perkara gugatan yang diterima PA sambung Suharto, tidak semua kasus yang akhirnya berujung pada perceraian, tetapi ada sebagian kecil dari mereka yang rukun kembali setelah dimediasi, pun dicoret gugatannya lantaran tidak terpenuhinya berkas perkara juga belum mengantongi izin dari pimpinan bagi ASN.

“Data rincinya belum bisa disebutkan, karena masih dalam proses pendataan,”pungkasnya.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *