Tingkat Kelulusan CPNS Minim, BKD Harap Ada Pertimbangan Panselnas

Kabupaten Dompu, Kahaba.- Rendahnya tingkat kelulusan peserta tes CAT Standar Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di Kabupaten Dompu, membuat semua orang menjadi sangat khawatir dan ketakutan dengan keadaan ini. Demikian dikatakan Kabag Humas dan Protokoler Setda Dompu, Ardiansyah SE, Senin (05/11).

CPNS mengantri sebelum memasuki ruangan tes. Foto: Ady

Menurut dia, khawatir hal itu akan berdampak pada kekosongan sejumlah jabatan di formasi yang telah disiapkan. Sedangkan, pihak BKD telah mempersiapkan 224 formasi untuk puluhan jenis jabatan di instansi Pemkab Kabupaten Dompu.

“Mereka yang lulus tersebut bakal menghadapi tes lanjutan lagi, SKB. Jumlahnya bisa saja menyusut pada tes tersebut,” ujarnya.

Sementara Kepala BKDPSDM Dompu Ruslan mengungkapkan, berdasarkan Permenpan RB 37 tahun 2018 tentang nilai ambang batas (Passing Grade) SKD CPNS tahun 2018, untuk peserta yang tidak memenuhi Passing Grade, maka dinyatakan gagal.

“Itu jelas tercantum dalam aturan tersebut,” tegasnya.

Dengan banyaknya yang tidak mencapai nilai ambang batas, pihak BKD akan berkoordinasi lebih lanjut ke BKN dan berkonsultasi kembali. Karena kita khawatir tidak banyak yang lulus untuk satu formasi.

“Tetapi resminya kita tunggu saja pengumuman dari Panselnas. Siapa tahu ada pertimbangan lebih lanjut terkait ambang batas,” harap Mantan Kepala Bappeda ini.

Ia pun membeberkan, penyebab minimnya yang lolos atau memenuhi ambang batas itu disebabkan kurang pengalaman dengan test menggunakan komputer dan referensi soal. Karena sejak hari pertama hingga ketiga, masih ada peserta test yang belum mahir menggunakan komputer, juga mengaku tidak memiliki persiapan dan referensi wawasan atau soal-soal tes ujian. Sehingga ketika sudah di ruangan kurang konsentrasi dalam memanfaatkan waktu selama 90 menit tersebut.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *