Diduga Hamili Janda, Warga Kampasi Meci Adukan Kades ke Bupati

Kabupaten Dompu, Kahaba.- Tak terima tindakan amoral Kepala Desa AB yang diduga telah menghamili seorang warganya yang berstatus sebagai janda satu anak, warga Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa, menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bupati Dompu, Rabu (7/11).

Puluhan warga Desa Kampasi Meci unjukrasa di halaman kantor Bupati, terkait dugaan tindakan amoral Kadesnya. Foto: Ady

Dalam orasinya, mereka meminta Bupati Dompu untuk mencopot kades tersebut dan mengadili sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami atas nama warga Kampasi Meci tidak mau dipimpin kades bejat. Kami minta Bupati untuk mencopot Kades Kampasi Meci,” pinta Warni, warga setempat saat orasi di depan kantor Bupati Dompu.

Janda dengan inisial TT (27) hamil 3 bulan dari hasil hubungan gelap. TT sempat meminta pertanggungjawaban terhadap Pak Kades, namun ditolak.

Sadisnya lagi, Kades justru ingin membiayai dengan memberikan uang sebesar Rp 5 juta agar kandungannya digugurkan. Namun korban menolak dan tetap meminta untuk dinikahkan.

“Janda itu cerita sendiri kepada saya, dia memang berhubungan dengan pak Kades. Tapi pak Kades menolak dan tidak mau bertanggungjawab atas segala perbuatannya,” katanya.

Aksi tersebut pun mendapat perhatian dari pihak Pemda Dompu. Asisten 1 Setda Dompu H Sudirman Hamid yang menemui massa aksi dan melakukan dialog terbuka. Dalam dialog itu, ia menyayangkan sikap Kades yang telah merusak citra pemerintahan.

”Kami sangat menyayangkan tindakan yang tidak bermoral itu, dan telah merusak marwah pemerintah yang seharusnya sebagai pengayom dan contoh serta suri teladan buat warga,” pungkasnya.

Atas segala tuntutan dan keluhan warga tersebut. Sudirman, berjanji akan segera menindaknya.

“Tuntutan ini akan sesegera mungkin saya sampaikan kepada bapak Bupati, dan Insha Allah akan segera ada jawaban,” tutupnya.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *