Ribuan Ton Minyak Tumpah di Wilayah Utara Rusia

Moscow, Kahaba.- Lebih dari 2000 ton minyak dilaporkan tumpah dari ladang minyak besar di wilayah utara Rusia. Insiden tersebut seakan menjadi noda atas peringatan hari bumi sejak 2 hari yang lalu. Tumpahan minyak praktis mencemari daerah sekitarnya yang bertopografi padang rumput luas. Adapun waktu kejadian tepat berlangsung sejak hari jumat lalu (20/14/12), di lapangan minyak Trebs yang berlokasi di wilayah distrik otonom Nenets. Salah seorang pejabat kementerian Rusia menyatakan semburan minyak telah berlangsung selama 2 hari sebelum para pekerja berhasil menutup kebocoran sumur pada minggu pagi (22/04/12).

Tumpahan Minyak di Rusia / foto:sulekha.com

Ladang minyak di Nenets dikelola secara bersama oleh perusahaan minyak swasta terbesar Rusia, Lukoil dan raksasa minyak Rusia lainnya yakni Bashneft. Jumlah kandungan minyaknya sendiri diperkirakan sebesar 153 juta ton. Sementara itu kepala badan lingkungan hidup Rusia, Vladimir Bezumov berujar bahwa jumlah tumpahan minyak berkisar dari 800 sampai 2000an ton dan telah mengkontaminasi setidaknya 8000 meter persegi daratan disekitarnya. Selanjutnya diyakini bahwa 6000 meter persegi dari daratan sudah tercemar. “ masih terlalu dini untuk membicarakan penyebab kecelakaan ini. Namun kemungkinannya adalah kesalahan teknis atau human error”, Ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kementerian lingkungan Rusia akan menyiapkan langkah hukum. Kedua perusahaan rencananya akan diseret ke meja hijau. Untuk diketahui daerah yang telah dicemari merupakan lahan penggembalaan para peternak setempat. Biasanya mereka memelihara rusa kutub (reindeer).

Tumpahan minyak hingga kini masih menjadi ancaman sekaligus masalah terbesar sejumlah perusahaan minyak raksasa, diluar limbah yang dihasilkannya. Pada tahun 2010, korporasi  British Petroleum (BP), harus bertanggung jawab atas tumpahnya sekitar 5 juta barel minyak di Teluk Meksiko, Amerika Serikat. BP sendiri dituntut membayar ganti rugi sebesar 42 miliar dollar AS terhadap tumpahan minyak terburuk dalam sejarah AS itu.[AP/Huffingtonpost/AA]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *