Kontroversi Film “Innocence Of Muslims”

Internasional, Kahaba.- Kontroversi tentang peluncuran film Innocence Of Muslims, terus menuai protes dari umat islam hampir di seluruh dunia. Tema ini pun menjadi topik perbincangan yang sangat hangat di berbagai jejaring sosial. Film Innocence Of Muslims tersebut dianggap telah melecehkan umat islam.

ilustrasi

Tidak sulit untuk melihat film tersebut. Bahkan otak dibalik pembuatan film dengan biaya murah tersebut, yaitu Nakoula Basseley Nakoula (55), telah menyebarnya melalui situs youtube.com. Sebagai informasi, Nakoula Basseley Nakoula menggunakan nama samaran Sam Bacile, dalam media youtube tersebut.

Sejak peluncurannya pada beberapa hari yang lalu, film tersebut telah menuai aksi protes oleh umat muslim yang meluas hingga di Timur Tengah, AS, dan juga Indonesia. Di Amerika Serikat, demonstran merobohkan tiang bendera kedutaan besar AS dan menggantinya dengan bendera Tauhid.

Pada hari selasa lalu di Libya demonstran yang juga bergerak ke arah kedutaan besar AS berhasil menewaskan 4 orang warga AS, salah satu dari korban tewas adalah duta besar AS untuk Libya dan tiga lainnya merupakan diplomat AS.

Di daerah lain demonstran juga mengkonsentrasikan gerakannya ke arah kedutaan besar AS. Di Yaman aksi demo menewaskan 4 orang demonstran dan puluhan lainnya terluka, demonstran juga melakukan pembakaran terhadap mobil-mobil diplomatik kedutaan besar AS.

Di Kuwait sekitar 500 orang melakukan aksi yang sama dengan membawa bendera Tauhid dan meneriakan “kami sama seperti Usamah” yang merujuk pada Osama Bin Laden pimpinan Al Qaeda.

Menyusul tewasnya 4 warga AS di Libya AS langsung mengerahkan angkatan lautnya untuk berjaga di sepanjang jalur pantai Libya. Kapal-kapal perang yang juga dilengkapi dengan rudal Tomahawk ini berjaga-jaga dan siap menerima perintah bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

[Republika.co.id/Syarif/DH]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *