Nakoula, Produser Film Anti Islam Akhirnya Ditahan

California, Kahaba.- Seorang warga California yang diduga sebagai produser ‘The Innocence of Muslims’, film kontroversial anti Islam yang yang memicu gejolak protes keras di berbagai belahan dunia, sedang diamankan dan diperiksa polisi terkait pelanggaran masa hukuman percobaan.

Seorang pria dengan wajah tertutup yang diduga sebagai Nakoula Basseley Nakoula, sedang dikawal polisi keluar dari rumahnya di Cerritos, California / Foto: Bret Hartman/REUTERS

Juru bicara kantor kepolisian negara bagian Los Angeles berkata Nakoula secara sukarela meninggalkan rumahnya bersama deputi polisi, untuk bertemu dengan para penyidik di kantor polisi setempat. Dia mengatakan Nakoula tidak ditahan. “Dia akan diwawancarai oleh petugas federal hukuman percobaan,” kata juru bicara sheriff Steve Whitmore seperti yang dikutip dari situs guardian.co.uk. “Dia tidak diborgol, itu semua sukarela,” ujarnya.

Guardian dalam laporannya juga menyebutkan, Nakoula (55), sebelumnya sedang dalam masa hukuman terkait kasus kasus lainnya. Dia didakwa terlibat dalam perkara penipuan bank sebelum ia memulai membuat film dengan menggunakan nama samaran Sam Bacile. Film yang dibuatnya, The Innocence of Muslims, menggambarkan Nabi Besar umat Islam dalam gambaran yang sangat negatif sehingga membuat marah umat Muslim dan memberi alasan kepada beberapa orang lainnya untuk melakukan aksi kekerasan.

Duta besar AS untuk Libya, Kristus Stevens, dan tiga orang warga Amerika lainnya tewas dalam sebuah serangan massa di Benghazi, Libya pada saat dilancarkannya aksi protes mengutuk pembuatan film tersebut. Namun belum bisa dipastikan jelas apakah pembunuhan itu terkait langsung dengan kemarahan pada film itu ataukah terdapat sebab lainnya.

Nakoula, mengatakan kepada Associated Press dalam sebuah wawancara singkat di luar rumahnya bahwa ia menganggap Islam sebagai sebuah kanker dan pembuatan film itu dimaksudkan sebagai bentuk pernyataan politiknya provokatif untuk menyerang agama.[Guardian.co.uk/BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Kedewasaan Kita diperlukan dalam menanggapi usaha-usaha propaganda dan adu domba antar umat beragama. Tanpa kita sadari reaksi kita yang berlebihan akan menimbulkan akibat yang kurang baik bagi kita dan agama Islam yang kita yakini dan cintai Dunia & Akhirat. Kita bisa bayangkan akibat ulah seorang Penjahat yang di negaranya sendiripun bermasalah terbunuh beberapa orang di Libya maupun dibelahan Dunia lainnya akibatnya Islam dicap radikal…Astaqfirullah Ampunilah Kami Ya Allah …..!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *