Mohammed Magarief Minta Ma’af Kepada AS

New York, Kahaba.- Terkait serangan terhadap Konsulat AS di Benghazi, Libya Timur, pada 11 September 2012 lalu, kepada Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton. Akhirnya, Pemimpin Libya, Mohammed Magarief, meminta ma’af atas kejadian tersebut. Serangan tersebut menewaskan empat warga negara AS, termasuk duta besar AS untuk Libya, Chris Stevens.

Pemimpin Libya, Mohammed Magarief

Magarief berjanji, pemerintahnya akan menyeret para pelaku serangan itu ke pengadilan. “Apa yang terjadi pada 11 September lalu terhadap warga negara AS ini tak menunjukkan nurani rakyat Libya, aspirasi mereka, harapan mereka, atau perasaan mereka terhadap orang Amerika,” kata Magarief.

“Tentu saja kami menyampaikan kesiapan besar kami untuk bekerja sama dengan Pemerintah AS guna mengkoordinasikan penyelidikan dan menyeret para pelakunya ke pengadilan,” ujar pemimpin Kongres Nasional Libya, kepada Hillary dalam pertemuan di sela-sela konferensi Sidang Majelis Umum PBB di New York..

Sebagaimana yang dilansir Kompas.com, Para pejabat AS dan Libya telah berjanji untuk tidak membiarkan hubungan tergelincir oleh serangan terhadap Konsulat AS di Benghazi, yang digambarkan oleh Washington sebagai “serangan teror”. “

“Magarief dan Pemerintah Libya telah menjadi mitra kuat bagi Amerika Serikat,” kata Hillary pada awal pertemuan langsung pertamanya dengan pemimpin Libya tersebut. Magarief sendiri terpilih sebagai pemimpin Libya pada Agustus lalu.

“Keberanian telah menjadi ciri khas rakyat Libya selama dua tahun belakangan ini. Keberanian untuk bangkit dan menggulingkan diktator, keberanian untuk memilih jalur demokrasi, keberanian untuk menentang kekerasan dan perpecahan di negeri itu dan dunia,” kata Hillary. [Kompas.com/DH]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *