Kota London Akan Memiliki Masjid Terbesar

London, Kahaba.-  Masjid terbesar dengan kapasitas sekitar 10.000 orang akan segera dibangun di Kota London, Inggris. Masjid tersebut direncanakan akan dibangun di Battersea Power Station. Namun, sejauh ini pembangunan masjid yang disebut sebagai masjid mega itu masih terkendala. Hal tersebut karena, rencana pembangunan masjid itu memicu kecemasan akan terciptanya kantong Islam garis keras di Kota London.

Desain Masjid Terbesar di Kota London. Foto: Daily Mail

Media Mail Online, melaporkan, bakal masjid yang terletak di London Timur itu, yang diperuntukkan bagi warga sekitar West Ham, dekat dengan Olympic Park, dengan kapasitas 10.000 orang. Memiliki beberapa menara setinggi 40 kaki, fasilitas olahraga, delapan flat bagi para ulama yang berkunjung, dan sebuah perpustakaan Islam. Para arsitek yang mendesain masjid tersebut mengungkapkan, masjid ini adalah sebuah “ruang suci Islam kontemporer”, demikian yang dilansir oleh Mail Online, Minggu (7/10).

Sejumlah kritikus mengemukakan fakta bahwa masjid itu diajukan Jamaah Tabligh, yakni sebuah gerakan misionaris Islam yang pernah digambarkan sebagai sebuah “sel fundamentalisme”. Mereka juga menambahkan, kelompok itu mengajarkan “pemisahan dan segregasi” dan bahwa dua dari para pengebom peristiwa 7/7 di subway London, yaitu Shehzad Tanweer dan Mohammad Sidique Khan, diyakini telah berdo’a di sebuah masjid Jemaah Tabligh di Dewsbury, West Yorkshire.

Direktur kampanye MegaMosque-NoThanks, Alan Craig, mengatakan kepada harian Daily Star, “Newham Council menginginkan lokasi itu dimanfaatkan untuk berbagai fungsi, termasuk sejumlah rumah, toko, dan unit bisnis. Pengurus masjid mengatakan, mereka ingin membangun masjid seukuran Battersea Power Station. Jika demikian, itu akan menjadi bangunan yang dibangun sesuai dengan spesifikasi pembeli (custombuilt) pertama di Inggris yang dikendalikan berdasarkan hukum syariah.”

Sementara itu, menurut Evening Standard, skema itu telah menimbulkan oposisi intens selama bertahun-tahun sejak kelompok itu pertama kali mengajukan rencana tahun 1999. Pada 2001, disepakati bahwa kegiatan ibadah boleh dilakukan di lokasi itu, tetapi hanya secara temporer. Izin tersebut berakhir pada 2006, tetapi kelompok tersebut terus menggunakan lokasi tersebut. Tahun 2010, dewan kota mengeluarkan pemberitahuan tentang kedaluwarsanya izin tersebut, tetapi komunitas itu menang dalam proses banding tahun lalu dan sekarang lebih dari 5.000 orang beribadah di situ setiap minggu.

Rencana pembangunan itu mencakup sejumlah unit ritel dan 300 flat, tetapi hal itu ditangguhkan setelah komunitas Muslim itu mengatakan mereka tidak mau sumbangannya beralih ke usaha komersial. Desain revisi juga telah disampaikan arsitek NRAP yang berbasis di Cambridge sejak gambar-gambar terakhir yang dibuat tahun 2006.

Selain itu, kelompok itu menyatakan bahwa tujuan utama mereka adalah karya misionaris damai. Seorang juru bicara bagi Anjuman-E-Islahul-Muslimeen dari London UK Trust, badan amal Jamaah Tabligh dan pemilik tempat itu, mengatakan sebelumnya, “Pintu selalu terbuka dan kami senang untuk bertemu dan membahas secara mendalam proposal kami.”

Sementara seorang juru bicara Newham Council mengatakan, “Kami dapat memastikan bahwa kami menerima sebuah aplikasi perencanaan. Karena hal itu sedang diproses, pada tahap ini tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut tentang hal itu.” [Daily Mail/ DH]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *