Gubernur di AS Keliru Berikan Nomor Telepon

Florida, Kahaba.- Kejadian yang menimpa Gubernur Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, Rick Scott, mungkin merupakan sebuah kesalahan terkonyol yang pernah ia lakukan. Bayangkan saja, Gubernur Florida ini sebenarnya berniat ingin memberikan nomor telepon hotline bebas pulsa utuk warganya agar dapat melaporkan kasus wabah meningitis yang sedang merebak di AS kepada pemerintah.  

Gubernur Florida Rick Scott

Ternyata, niat baik yang hendak dilakukan oleh orang nomor satu di Florida tersebut berubah menjadi kesalahan yang sangat memalukan. Hal tersebut karena Gubernur Scott justru memberikan nomor telepon pembicaraan seks berbayar.

Kesalahan tersebut tidak terdeteksi hingga Kantor Gubernur Florida diberitahu oleh WUSF, yakni sebuah stasiun radio di Tampa, yang memuat nomor telepon hotline tersebut pada situs resmi mereka. “Seorang pendengar mengatakan, nomor itu sebenarnya adalah nomor telepon yang biasa digunakan untuk pembicaraan seks berbayar,” demikian pernyataan WUSF, seperti yang dilansir oleh Reuters.

Menurut WUSF, pendengar itu mengetahui kesalahan nomor tersebut karena dia langsung mencobanya. Namun, dia terkejut mendengar jawaban perempuan di ujung telepon. “Halo Sayang, terima kasih sudah menelepon di hari ulang tahunku,” demikian jawaban yang diberikan perempuan itu.

Mengetahui kesalahan tersebut, pihak juru bicara Kantor Gubernur Florida, Jackie Schutz, menyampaikan bahwa Gubernur Scott tampaknya secara tidak sengaja telah keliru menyebutkan salah satu nomor telepon itu. Gubernur, lanjut Schutz, sudah diberitahu soal kesalahan itu dan langsung memberikan nomor baru dalam 20 menit.

Sebagai informasi, nomor yang benar untuk telepon hotline wabah meningitis Florida adalah 866-523-7339. Ternyata, Gubernur Scott salah menyebut satu nomor saja.

Semoga kesalahan tersebut tidak dilakukan oleh Gubernur di Indonesia. [Reuters/DH]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *