30 juta Orang ‘Like’ Akun Barack Obama

Washington, Kahaba.- Pesta demokrasi untuk pemilihan presiden Amerika Serikat menarik perhatian dunia. Beberapa media kampanye banyak digunakan, salah satunya adalah jejaring sosial Facebook. Presiden Amerika saat ini, Barack Obama adalah orang yang menggunakan Facebook dalam kampanye politiknya. Akun Facebook Obama mencapai jumlah like (suka) sekitar 30 juta orang, menyusul kampanyenya di jejaring sosial tersebut.

Ilustrasi: Facebook

Jumlah ‘likes‘ di akun Facebook Presiden Amerika ini meningkat pesat sejak ia memastikan diri sebagai calon presiden empat tahun lalu. Tim kampanye Obama membayar ‘Berita Sponsor’ untuk tampil di akun para pengguna Facebook walaupun sejumlah pengguna tidak menginginkannya.

Calon presiden lain, yakni dari Partai Republik, Mitt Romney, juga meningkatkan kampanye di jejaring sosial. Ia tak mau kalah dengan kampanye yang dilakukan oleh Barack Obama. Namun, para pengamat memperingatkan, sejumlah pendekatan bisa merugikan kedua calon presiden. Sejumlah pemilik akun Facebook telah menyatakan kekesalan karena iklan kampanye Barack Obama muncul di akun mereka.

“Mengapa Barack Obama ada di tampilan Facebook saya?” tulis seorang pemilik akun Facebook dari Illinois. “Saya benar-benar muak dengan iklan Obama di halaman Facebook saya,” ujar pengguna lain, demikian seperti yang dilansir oleh BBC Indonesia.

Walaupun ada sejumlah pengguna yang bereaksi negatif, laman Facebook Presiden Obama mendapatkan “likes” lebih dari satu juta dalam satu hari, dibandingkan sekitar 30.000 per hari beberapa minggu sebelumnya.

Seperti yang diketahui, pada kampanye tahun 2008, Obama dipuji atas penggunaan jejaring sosial untuk merangkul pemilih muda. Pada kampanye kali ini, kedua calon presiden sama-sama menarik pemilih melalui Facebook dan Twitter.

Namun, penelitian oleh Universitas Pennsylvania menunjukkan gambaran yang berbeda. Dari sekitar 1.053 orang dewasa yang disurvei pihak universitas, 86 persen di antaranya mengatakan, mereka tidak ingin menerima pesan politik. Sementara 70 persen mengatakan, melihat iklan calon yang akan mereka pilih justru akan memengaruhi suara mereka pada hari pemilihan presiden awal November mendatang. [BBC Indonesia/DH]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *