Jepang Dan Amerika Serikat Batal Latihan Perang

Jepang, Kahaba.- Kegiatan latihan perang yang akan dilakukan secara bersama oleh Jepang dan Amerika Serikat akhirnya dibatalkan. Kegiatan latihan perang tersebut direncakan akan dilakukan dengan tujuan untuk berfokus merebut pulau kecil dari pasukan asing. Perhelatan kegiatan tersebut merupakan keterkaitan dengan memanasnya hubungan antara Jepang dan China.

Menurut kantor berita AP, Sabtu (20/10/2012), pemerintah Jepang menilai latihan itu bisa memicu kemarahan China. Padahal, pulau yang digunakan untuk berlatih tidak merupakan bagian dari pulau sengketa antara kedua negara.

Laporan-laporan yang dilansir oleh media di Jepang sebelumnya adalah bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari manuver Jepang-AS yang lebih luas yang menurut rencana akan dimulai pada awal bulan November.

Pelatihan tersebut direncanakan akan dilakukan di sebuah pulau yang tidak berpenduduk, yakni Pulau Irisunajima. Pulau tersebut berlokasi dekat pulau utama Okinawa Jepang selatan. Pelatihan itu sendiri akan melibatkan pasukan Jepang dan AS. Kedua pasukan akan melakukan pendaratan ampibi dan angkatan udara.

Sebagai informasi, seperti halnya dengan pulau-pulau yang disengketakan, Irisunajima juga terletak di Laut China Timur tetapi ratusan kilometer jauhnya dari kepulauan yang jadi pusat sengketa antara China dan Jepang. Jepang dan China telah terlibat sengketa menyangkut kedaulatan  atas  pulau-pulau yang dikenal di Jepang dengan nama Senkaku dan China menamakanannya Diaoyu.

Gugusan pulau yang diperintah Tokyo itu tidak berpenduduk, tetapi diperkirakan memiliki sumber alam yang berharga, seperti minyak. Sengketa tersebut bermula sejak Agustus dan September dengan datangnya warga negara kedua belah pihak di lokasi dan kemudian Jepang melakukan nasionalisasi beberapa pulau di gugusan tersebut. [Kompas.com/DH]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *