Presiden Venezuela Hugo Chaves Tutup Usia

Caracas, Kahaba.- Presiden Venezuela Hugo Chavez akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Selasa (5/3/2013) sore akibat penyakit kanker yang dideritanya. Chavez meninggal dunia pada Selasa sore setelah beberapa jam terakhir mengalami kesulitan bernafas.

Hugo Chavez Meninggal Dunia

Presiden Hugo Chavez Meninggal Dunia

Presiden yang vokal dalam usahanya memerangi kepentingan Amerika Serikat di daratan Amerika Selatan itu akhirnya tak kuasa melawan penyakit kanker yang menderanya. Sebelumnya dalam dua tahun terakhir Chavez menjalani empat kali operasi pengangkatan kanker di Kuba.

Sebelumnya, sejak beberapa hari terakhir, ratusan orang memadati depan rumah sakit militer di Caracas, tempat Chavez dirawat. Situasi mendadak tegang saat mereka mengetahui pernafasan Chavez mengalami gangguan.

Pengumuman kematian Hugo Chavez pada Selasa sore itu praktis mengundang histeria massa di Venezuela. Ribuan warga yang menjadi simpati dan cinta terhadap kiprahnya tumpah ruah turun ke jalan, menangis dan memanggil-manggil nama ‘Comandante’, pemimpin mereka selama 14 tahun. Chavez memang tidak dapat begitu saja dilupakan begitu saja oleh rakyat Venezuela.

Pemerintah setempat juga mengumumkan minggu berkabung untuk mengenang mendiang presiden yang menjadi ikon perlawanan rakyat Venezuela itu. Jenazah Chaves dikabarkan akan dimakamkan pada hari jumat mendatang.

Sementara itu Venezuela akan memilih presiden baru dalam 30 hari setelah kematian Presiden Hugo Chavez. Wakil Presiden, Nicolas Maduro, akan menjadi penjabat Presiden, seperti disampaikan Menteri Luar Negeri Venezuela, Elias Jaua.

Nama Maduro sebagai penerus Chavez semakin menguat setelah awal Oktober lalu dia didapuk Chavez sebagai Wakil Presiden. Sebelumnya, bekas sopir bus ini adalah Menteri Luar Negeri. [BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *