Pekerjaan Jurnalis itu tidak Sederhana

Mataram, Kahaba.- Gubernur Provinsi NTB H. Zainul Majdi mengatakan, pekerjaan jurnalis itu tidak sederhana, karena membutuhkan ketekunan dan merupakan pekerjaan intelektual.

Gubernur Provinsi NTB H. Zainul Majdi memberikan sambutan pada pembukaan Hari Pers Nasional (HPN) di LCC Mataram. Foto: Bin

Gubernur Provinsi NTB H. Zainul Majdi memberikan sambutan pada pembukaan Hari Pers Nasional (HPN) di LCC Mataram. Foto: Bin

Bagi dirinya yang setiap hari membaca produk jurnalistik, awalnya menilai pekerjaan itu sederhana dan biasa – biasa saja. Apalagi berita berita on line yang cepat sekali berubah. Tapi, penilaiannya itu salah, sebab semua pekerjaan Jurnalis itu, dibelakangnya ada spirit, ketekunan dan komitmen.

“Pekerjaan Jurnalis itu memiliki kemampuan menulis yang tidak mudah, dan itu sebenarnya pekerjaan – pekerjaan kaum intelektual,” ujarnya, saat memberikan sambutan pada pembukaan Hari Pers Nasional (HPN) di LCC Mataram, Sabtu (6/2).

Maka, sambungnya, seiring dengan upaya di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki visi Beriman, Berbudaya, Berdaya Saing serta Sejahtera, pihaknya ingin sumber daya manusia di NTB terus meningkat.

Salah satu ukurannya, tentu selain partisipasi anak-anak muda NTB di lembaga Formal, tetapi apabila karya-karya intelektual anak muda, termasuk di dunia jurnalistik, bisa berkembang dengan baik.

“Jadi, bagi kami HPN ini sangat penting, terutama untuk anak anak muda di NTB, agar menjadi pribadi yang cerdas dan mampu mendorong perkembangan NTB kearah yang semakin baik,” katanya.

Pantauan Kahaba.net, acara tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua Dewan Pers, Ketua PWI, Menteri Kominfo RI dan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi NTB.

Dilokasi acara juga terlihat juga sejumlah stand stand milik media dan Pemerintah Daerah yang mempromosikan produk jurnalistik.

*Bin 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *