Menkominfo Buka Pameran HPN di Lombok Barat

Mataram, Kahaba.- Pameran Hari Pers Nasional (HPN) 2016 yang digelar di Lombok City Center (LCC) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) NTB, Sabtu (6/2) sore dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia, Rudiantara. (Baca. Pekerjaan Jurnalis itu tidak Sederhana)

Menkominfo RI, Rudiantara saat membuka HPN di Lobar NTB. Foto: Bin

Menkominfo RI, Rudiantara saat membuka HPN di Lobar NTB. Foto: Bin

Rangkaian kegiatan HPN ini juga turut dihadiri Gubernur NTB, Ketua Dewan Pers, Ketua PWI Pusat, Tokoh Pers Nasional, sejumlah pejabat teras TNI AL dan insan pers dari media cetak, elektronik dan online dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Menkominfo Republik Indonesia, Rudiantara mengucapkan selamat kepada Gubernur dan seluruh masyarakat NTB karena pencapaian ekonomi Propinsi di atas rata-rata yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

“Pertumbuhan ekonomi NTB dari sektor pertambangan hanya 20 persen. Sementara dari sektor non pertambangan 5 persen lebih tinggi dari pertumbuhan nasional,” jelasnya.

Karenanya kata Menteri, ke depan pihaknya akan mendorong bidang pariwisata yang non komoditas sebagai sektor unggulan. Namun, hal itu harus diimbangi dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Sekarang pariwisata sedang gencarnya didorong, dari sisi ekonomi. Bahkan kita katakan good bye comodity, welcome tourism. Pariwisata akan menjadi salah satu jagoan ekonomi atau andalan ekonomi Indonesia ke depan,” ujarnya.

Menkominfo juga mengapresiasi pelaksanaan HPN di NTB. Hampir semua media massa dari cetak, elektronik dan online terlibat sebagai peserta memamerkan karya jurnalistik.

Menurutnya, kalau berbicara media maka ada dua hal yang menjadi poin utama, yakni konten dan medianya. Terkait konten, salah satunya sesuatu yang bisa didorong oleh media massa dari Propinsi NTB. Seperti membantu mengekspose pertumbuhan non komodita.

Sedangkan terkait media lanjutnya, yakni hasil karya jurnalistik media cetak, elektronik, televisi dan online yang dipamerkan di HPN. Ditambah media sosial. Hanya saja, hasil karya media sosial menurutnya tidak bisa dipamerkan karena berasal dari diri sendiri, dari masyarakat dan individu.

“Intinya, tujuan pameran untuk membawa perkembangan pers kepada masyarakat di NTB. Dan diharapkan kita yang hadir mewartakan apa yang kita dapat dari NTB ke luar,” terangnya.
*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *