Anies Baswedan : Kembalikan Integritas UN dengan Kejujuran

Mataram, Kahaba.- Ujian Nasional (UN) memang masih menjadi momok bagi sekolah, khususnya para siswa. Tak sedikit yang menempuh jalan pintas agar bisa lulus dan mendapatkan nilai tinggi. Salah satunya dengan menyontek. Hal itu tak bisa dihindari telah menurunkan integritas UN di berbagai daerah di Indonesia.

Mendikbud RI Anies Baswedan sat diwawancara wartawan. Foto: Ady

Mendikbud RI Anies Baswedan sat diwawancara wartawan. Foto: Ady

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Anies Rasyid Baswedan pada kesempatan silaturrahmi dengan unsur pendidikan di Kantor LPMP Propinsi NTB, kemarin.

Menteri berlatar belakang Akademisi ini mengaku, mendapatkan laporan dari jajarannya saat UN pada tahun lalu. Sangat miris, ketika dirinya mengetahui persentase nilai UN tidak berbanding lurus dengan integritas dan kejujuran untuk mendapatkan nilai UN.

“UN, tapi nyontek kok rame-rame. Rasanya tidak mungkin, satu sekolah jawaban 70 persen siswa sama. Salahnya juga sama. Dan sama persis dengan sekolah lain pada kabupaten yang sama dan ini terjadi pada UN kita,” kata Anies.

Mendikbud juga menunjukan grafik hasil UN tahun lalu dengan contoh daerah di Pulau Jawa. Ada daerah dengan tingkat hasil UN sangat tinggi tetapi integritasnya rendah. Sebaliknya ada daerah dengan integritasnya tinggi tetapi hasil UN rendah. Namun secara umum, intergitas UN jauh lebih rendah dibandingkan hasil UN itu sendiri.

Memang kata Anies, mengukur tingkat kejujuran saat UN sangat sulit. Tetapi kita bisa mengukur tingkat kecurangan. Caranya, yakni dengan rumus semakin besar tingkat kejujuran maka angka 100 dikurangi tingkat kecurangan. Bila kecurangannya 20 persen, maka indeks kejujurannya 80 persen. Bila kecurangannya 40 persen, maka indeks kejujurannya 60 persen.

Jadi yang diukur paparnya, adalah tingkat kecurangannya, bukan kejujurannya. Kenapa kejujuran tidak bisa diukur, karena jawabannya multiple choice (pilihan ganda).

“Jadi, yang kita inginkan tentu nilai UN tinggi integritas dan kejujurannnya juga tinggi. Ada daerah dengan nilai UN tinggi, tetapi hasil contekan. Ini potret UN kita,” ujarnya.

Kalau persoalan ini didiamkan sambung Anies, KPK dan Polisi akan sibuk terus karena kebiasaan berintegritas tidak ditumbuhkan dari masa sekolah. Sehingga republik ini tidak akan bisa maju di level global jika integritasnya bermasalah.

Anies mencontohkan, di Negara China para koruptor dihukum mati bukan bermaksud menakut-nakuti yang lain. Tetapi ingin memberitahu bahwa kaya dengan jalan pintas itu merusak orang-orang yang bekerja keras. Begitu pula dengan UN, mendapat nilai dengan jalan pintas dari hasil contekan merusak semangat para siswa yang belajar giat.

“Solusi agar UN berintegritas, ya cukup dengan tidak nyontek. Tumbuhnkan budi pakerti siswa. Integritas harus dibiasakan dalam lingkungan pendidikan dan menjadi bagian dari keseharian,” ingatnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *