Otonomi Dorong Pembangunan Nasional Secara Signifikan

Denpasar, Kahaba.- Deputi Kementrian Otonomi Daerah, Kemendagri Tri Wahyu Widodo mengatakan, otonomi daerah merupakan kebijakan yang telah mendorong kemajuan pembangunan. Fakta-fakta diberbagai Negara telah menunjukan otonomi daerah sudah terbukti memberikan hasil yang sangat baik.

Rakor Muskomwil IV Apeksi di Denpasar. Foto: Bin

Rakor Muskomwil IV Apeksi di Denpasar. Foto: Bin

“Otonomi merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan Pemerintah Pusat untuk daerah, agar mengatur daerahnya secara mandiri, guna kemakmuran daerah dan kesejahteraan rakyat. Tidak hanya itu, otonomi daerah telah mendorong pembangunan Nasional secara siginifikan,” ujarnya saat berpidato saat Rakor kegiatan Muskomwil IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Denpasar, Kamis (2/6) siang.

Kata dia, otonomi juga mampu mengakselarasi pembangunan. Seperti yang terjadi di beberapa daerah di Negara Eropa dan Amerika. Dirinya memberi contoh, Daerah Medellin di Negara Colombia, dulunya begitu kumuh, miskin, narkoba merajalela, bahkan gesekan sosial yang begitu tinggi. Tapi sejak diberikan kewenangan otonomi, daerah tersebut telah merubah wajahnya menjadi lebih baik.

Kemudian daerah Buenos Aires Negara Argentina, kemiskinan yang parah, kesenjangan yang menganga. Tapi sejak adanya kebijakan otonomi daerah, kesenjangan dapat diatasi dengan baik, bahkan sekarang menjadi daerah yang ramah sosial dan lingkungan.

“Contoh-contoh daerah tersebut menunjukan grafik-grafik perkembangan yang menggembirakan, dan telah mendorong pembangunan secara nasional,” katanya.

Di Indonesia, sambungnya, pada Tahun 1999, Indonesia dijuluki sebagai desentralisasi yang paling berani. Penyerahan wewenang diberikan kepada daerah untuk mengatur segala kebutuhan, mulai dari perencanaan sampai tingkat impelementasi. Otonomi daerah di Indonesia juga dalam satu dekade, telah memiliki 3 UU Otonomi daerah.

Menurut dia, Kota berbeda dengan daerah Kabupaten. Karena Kota merupakan sentra aktifitas ekonomi, investasi, pusat pelayanan dan jasa, yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Dengan karakteristik tersebut, maka wajar muncul dinamika, seperti urbanisasi dan kemiskinan di dalam Kota.

“Kemudian menjadi sangat wajar kiranya otonomi daerah ini harus terus didorong dengan maksimal, serta diberikan otoritas yang utuh, agar perkembangan pembangunan bisa terlaksana dengan cepat,” ucapnya.

Pada pertemuan Rakor tersebut, Tri Wahyu Widodo sangat berharap agar seluruh anggota Apeksi bisa tetap menjaga komunikasi dan koordinasi. Tidak hanya itu, gaya kepemimpinan yang semakin baik dan memiliki inovasi – inovasi yang mengarahkan perkembangan kearah yang lebih baik.

“Karena jika sebuah teori (Rencana Kebijakan) tidak bisa berjalan dan bekerja dengan baik, pasti ada yang keliru pada tataran realita,” tuturnya.

Diakhir pidatonya, ia berkesimpulan, otonomi daerah harus terus ditingkatkan. Karena dengan begitu, kesejahteraan daerah dan rakyat serta kemajuan Negara bisa segera diwujudkan.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *