Rombongan IITCF Sumbang Perangkat Shalat di Masjid, Toko dan Restoran di Eropa Barat

Kota Bima, Kahaba.- Rombongan Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) yang menggelar rangkaian pelatihan West Europe Tour Leader Moslem Educational Trip (WEMET) Batch II beberapa pekan lalu, menyerahkan sumbangan perangkat shalat berupa Sarung, Mukena, Sajadah dan Sandal berbagai Masjid, Toko dan Restoran di Eropa Barat.

Rombongan IITFC. Foto: Dok. IITFC

Rombongan IITFC. Foto: Dok. IITFC

Presdir MMBC Purple Tour and Travel Bima Selvi Novia Rahmayani mengatakan, rombongan IITCF yang menggelar WEMET Batch II dipimpin langsung oleh Chairman IITCF Priyadi Abadi. Melalui agenda tersebut, salah satu kegiatan yang diprioritaskan yakni menggulirkan Gerakan Sejuta Perangkat Shalat untuk Muslim Traveller di Eropa Barat.

Bentuknya, seperti penyerahan sumbangan  perlengkapan Shalat, yakni  kain Sarung, Mukena, Sajadah dan Sandal ke sejumlah Masjid di Eropa Barat. Tidak hanya itu, distribusi juga diberikan ke tempat belanja dan restoran yang dikunjungi.

“Ini dimaksud agar saat berkunjung ke sejumlah tempat belanja dan restoran di kota-kota Eropa Barat, Muslim Traveller tidak menemukan kendala untuk beribadah. Karena umumnya, tempat belanja dan restoran tidak mempunyai fasilitas ibadah untuk Muslim,” ujar Selvi.

Chairman IITCF Priyadi Abadi bersama Duber RI di Den Haag. Foto: Dok. IITFC

Chairman IITCF Priyadi Abadi bersama Duber RI di Den Haag. Foto: Dok. IITFC

Diakui perempuan yang juga Anggota DPRD Kota Bima itu, gagasan Chairman IITCF Priyadi Abadi tersebut penting diwujudkan. Agar memudahkan para Muslim Traveller tetap melaksanakan ibadah, kendati berada di Toko dan Restoran di belahan Eropa.

“Keinginan ini tentu saja bukan untuk rombongan IITCF, tetapi semua turis muslim dari berbagai negara yang berkunjung ke Masjid-Masjid, tempat belanja dan restoran. Mereka bisa dengan mudah menunaikan shalat di tempat-tempat tersebut. Makanya Pak Priyadi, mencanangkan pendistribusian perlengkapan ibadah,” tuturnya.

Kemudian untuk sumber perlengkapan shalat, sambung Selvi, selama tiga bulan lebih dikumpulkan dari sumbangan anggota IITCF, khususnya pengusaha travel dan tour leader dari seluruh Indonesia. Anggota dengan senang hati mengirimkan barang-barang tersebut ke sekretariat IITCF di Jakarta, untuk kemudian disalurkan ke Eropa.

Selvi bersama Duber RI di Den Haag. Foto: Dok. IITFC

Selvi bersama Duber RI di Den Haag. Foto: Dok. IITFC

Sementara toko-toko dan restoran di Eropa  yang disumbangkan perlengkapan shalat antara lain, Salero Minang, Resto Desa, Bucherer, Tobben Gifts, Max Shoes, Gassan, Coster Diamond, Benlux Duty Free, Drubba, Gobelin, Filma, dan Pierotucci.

“Jadi selama program WEMET II, peserta melaksanakan Shalat maupun berintekasi dengan pengurus Masjid di sejumlah Negara yang dikunjungi seperti Paris, Brussels, Amsterdam, Den Haag, Heidelberg, Koln, Milan dan Roma,” katanya.

?Kabar gembira lain bagi Muslim Traveller, lanjut Selvi, keinginan para Muslim Traveller mengkonsumsi menu halal kini sudah tersedia di sejumlah tempat di Eropa Barat. Seperti di Gunung Titlis, Swiss, pada puncak gunung setinggi 3.010 m itu terdapat restoran yang menyediakan menu untuk muslim, mulai bulan Juli 2016.

“Menu halal itu tersedia di lantai tiga  Panorama Restaurant yang memang disediakan khusus untuk group. Sedangkan lantai dua untuk umum,” ucapnya.

Selvi bersama Duber RI di Italy. Foto: Dok. IITFC

Selvi bersama Duber RI di Italy. Foto: Dok. IITFC

Pada kesempatan tersebut, kata dia, kunjungan WEMET Batch II juga diterima dengan hangat oleh Dubes RI untuk Italia August Parengkuan di Wisma Duta KBRI Roma, bersama Wakil Dubes RI untuk Italia Des Alwi. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Chairman IITCF Priyadi Abadi menyerahkan sumbangan perangkat Shalat.

Dubes RI di Italia pun menilai kegiatan IITCF, khususnya WEMET sangat positif. Dubes RI di Italia mendukung program pelatihan ini. Dubes RI di Italia juga menghimbau agar para pemilik travel Muslim tidak saja memajukan pariwisata keluar negeri, yang perlu dikembangkan juga yakni pariwisata Indonesia. Semoga saja para travel Muslim bisa mengambil manfaat positif dari pelatihan ini, untuk diaplikasikan pada pariwisata Indonesia.

Selvi menambahkan, pelatihan WEMET Bacth II mencakup 13 kota dan 6 Negara di Eropa Barat. Pelatihan diikuti pemilik Travel Muslim, Tour Leader dan Tour Planner, sejak 28 Juli hingga 10 Agustus 2016.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *