Ditjen Perhubungan Udara Siapkan Jembatan Udara untuk Bantuan Kemanusiaan ke Bima

Kota Bima, Kahaba.- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan maskapai penerbangan menyiapkan pesawat sebagai “Jembatan Udara”,  mengangkut barang dan tenaga relawan untuk bantuan kemanusiaan korban bencana alam banjir bandang di Bima, NTB.

Banjir di Kota Bima. Foto: Jussy Dealova (Facebook)

Bagi maskapai yang menyediakan penerbangan kemanusiaan ke Bima dengan membawa bantuan logistik dan relawan diberi kemudahan pemberian izin baik slot time dan flight approval.

“Kami akan menyiapkan bantuan Jembatan Udara ke Bima dan daerah-daerah lain yang terkena bencana. Ini sebagai bentuk kehadiran negara bagi semua masyarakat diseluruh pelosok Nusantara,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Suprasetyo melalui siaran persnya.

Menurut Suprasetyo, sudah banyak organisasi masyarakat dan maskapai yang menyampaikan surat permintaan bantuan transportasi kepada Ditjen Perhubungan Udara. Hingga hari ini, Selasa (27/12) Ditjen Hubud sudah menerima surat permintaan bantuan dari Relawan Laznas AQL Peduli, Relawan Yatim Mandiri, Relawan Badan Wakaf Al Quran, Relawan Wanita Islam, Relawan Dompet Dhuafa, Relawan Yayasan Arrahman Amanah Fisabilillah, Relawan Siaga Bencana Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia, Relawan Bulan Sabit Merah Indonesia serta Relawan Konas Menwa Indonesia & DPN IARMI (Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia).

Ditjen Perhubungan Udara bekerja sama dengan PT. Transnusa Aviation Mandiri akan memberangkatkan 40 relawan dari berbagai organisasi masyarakat tersebut pada tanggal 28 Desember 2016.  Bersama relawan, akan diangkut juga sekitar 3 ton logistik bantuan korban banjir bandang di Bima Nusa Tenggara Barat. Terdiri dari 2 ton beras, 2 karung pakaian baru dan 200 kg barang bantuan lain.

“Penerbangan pertama adalah penerbangan bebas biaya dan akan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Sultan Muhammad Salahudin, Bima,” katanya.

Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo telah menyetujui penerbangan bantuan tersebut yang akan dilakukan dengan menggunakan pesawat Fokker F-28 registrasi PK-TNR. Pesawat akan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada 28 Desember 2016 pukul 04.45 UTC (11.45 WIB) dan direncanakan sampai di Bandara Sultan Muhammad Salahudin, Bima pukul 07.00 UTC (15.00 WITA).

Walaupun penerbangan ini bersifat bantuan kemanusiaan, Suprasetyo mengingatkan agar pihak-pihak yang bersangkutan tetap menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Keselamatan dan keamanan penerbangan wajib dijaga. Karena kita menginginkan bantuan tersebut, baik relawan dan logistik bisa sampai ke tempat tujuan dan bisa dipergunakan semaksimal mungkin untuk membantu para korban bencana,” ujarnya.

Selain itu, para relawan yang akan diangkut dengan pesawat harus dipastikan namanya berdasarkan Kartu Tanda Penduduk atau identitas resmi lainnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *