Mendikbud: 2 Januari KBM Aktif, Pelajar Kota Bima Boleh Sekolah Tanpa Seragam

Kota Bima, Kahaba.- Saat meninjau infrastruktur pendidikan di Kota Bima yang diterjang banjir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Muhajir Effendy menyampaikan beberapa hal.

Mendikbud saat meninjau infrastruktur pendidikan usai banjir di Kota Bima. Foto: Hum

Antara lain pada tanggal 2 Januari 2017 sekolah-sekolah harus sudah memulai program kegiatan belajar mengajar (KBM). Kemudian kegiatan pembersihan sekolah-sekolah harus cepat diselesaikan.

“Tanggal 2 Januari siswa harus mulai belajar. Bagi para siswa yang belum memiliki seragam sekolah, bisa sekolah menggunakan pakaian seadanya atau tanpa seragam,” ujarnya melalui siaran pers yang disampaikan Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Syahrial Nuryadin.

Mendikbud juga meminta agar para orangtua tetap menjaga dan mengawasi kesehatan anak-anaknya agar tidak terpapar penyebaran penyakit pasca banjir. Penanganan kerusakan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Bima akibat banjir bandang juga akan dibantu oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada Kamis pagi (29/12), Mendikbud didampingi Walikota Bima M. Qurais H. Abidin juga mengunjungi SMPN 1 Kota Bima dan menyerahkan bantuan berupa seragam sekolah bagi siswa terdampak banjir.

“Bantuan diterima secara simbolis oleh Walikota untuk diserahkan kepada para pelajar,” katanya.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Arief

    Bagaimana mau sekolah, sekolah nya saja masih tergenang dan sampah menggunung, pemerintah hanya peduli membersihkan sekolah yang ada di jalan utama kota, sedangkan sekolah yang terkena banjir lebih parah dan akses masuknya lewat jalan kecil tidak tersentuh sama sekali, ingin mengandalkan guru dan warga sekitar tetapi kebanyakan mereka pun ikut tertimpa bencana

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *