Pemerintah Harus Beli 7% Saham Newmont

Jakarta, Kahaba.- Saat ini masih ada 7 persen saham investasi yang tersisa di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), dan pemerintah pusat diminta segera membeli saham tersebut. Akan tetapi apakah dengan pembelian tersebut nantinya akan menguntungkan bagi pemerintah?

“Sebenarnya akan ada keuntungan yang diperoleh negara jika sisa saham Newmont dibeli oleh pemerintah pusat”. Hal itu dipaparkan oleh Financial Analyst dan Founder Katadata Lin Che Wei. “Memang untuk bisa membeli sisa saham Newmont itu perlu lobi ke DPR. Tetapi masih ada setidaknya 4 keuntungan yang diperoleh Negara bila pemerintah mengambil alih 7 persen sisa saham tersebut,” ujarnya.

Pertama, meski kepemilikan saham oleh pemerintah tidak mayoritas, kontrol pemerintah terhadap pajak, royalti dan dividen yang harus disetorkan Newmont semakin kuat.

Kedua, keuntungan pendapatan negara dari pajak, royalti dan deviden akan menjadi lebih tinggi. Deviden Newmont hingga tahun 2028 diperkirakan akan mencapai 6,9 miliar dollar AS. “Dari jumlah itu, pemerintah pusat diperkirakan akan mendapat porsi deviden sebesar 485,3 juta dollar AS,” tambahnya.

Ketiga, potensi keuntungan capital gain dari kenaikan harga saham. Keempat, optimalisasi pengusaan sumber daya alam dan potensi penambahan cadangan emas dan tembaga.

Sebagaimana yang dilansir oleh kompas.com (12/9), Pemerintah harus segera melobi DPR untuk segera menyetujui pembelian sisa saham Newmont itu. Pemerintah memiliki waktu sebelum masa perpanjangan perjanjian jual beli antara Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan Newmont berakhir pada 25 Oktober mendatang. [kompas.com/DH]

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *