Jam Belajar Siswa di Sekolah Harus Ditambah

Jakarta, Kahaba.- Peningkatan kualitas pendidikan terus dilakukan. Berbagai cara untuk mencapai target pendidikan yang berdaya saing di level nasional dan internasional terus diupayakan. Anggota Komisi X DPR RI Raihan Iskandar setuju dengan rencana pemerintah menambah jam belajar siswa di sekolah. Menurutnya, rencana itu serupa dengan rintisan sekolah berasrama yang dilakukan banyak sekolah swasta di Indonesia.

ilustrasi

Raihan juga menghimbau, agar materi pelajaran yang diberikan selama jam belajar tambahan dikemas senyaman mungkin. Tujuannya adalah agar memacu kreatifitas anak-anak sejalan dengan diberikannya waktu berkesperimen atau mempraktekkan mata pelajaran seperti Matematika terapan, Kewirausahaan terapan, Fisika dan Kimia terapan, dan juga kegiatan sosial lainnya.

“Tentu bagus, jadi seperti sekolah asrama. Mata pelajarannya disampaikan dengan nyaman dan mengedepankan mata pelajaran terapan,” ujarnya, pada Rabu (19/9).

Sebagaimana dilansir dalam kompas.com, Raihan menambahkan, sebelum rencana menambah jam belajar di sekolah itu benar-benar direalisasikan, pemerintah diharuskan untuk mampu meningkatkan kapasitas guru-gurunya. Baik secara konten, maupun metodologi pengajarannya. Ia menambahkan, para guru sebaiknya diberikan pendidikan tambahan sehingga metode pengajarannya tidak konvensional, melainkan suasana interaktif agar tercipta suasana belajar yang menyenangkan.

“Kami setuju jika itu bermanfaat bagi siswa. Namun, jika program itu tidak diikuti kualitas guru, maka akan sia-sia. Bisa ditambahkan juga games yang bermanfaat agar merangsang kreatifitas pada diri siswa,” katanya. [Kompas.com/DH]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *