Berharap Indonesia Punya I-Pop

Seoul, Kahaba.- Berbagai kemajuan dan inovasi yang telah dilakukan oleh Jepang dan Korea, patut menjadi teladan bagi Indonesia. Setidaknya adalah mampu membangun kemajuan dari awal hingga mampu menikmati hasilnya seperti saat ini.

Ilustrasi: K-Pop

Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengadakan kunjungan kerja ke Jepang dan Korea sejak pekan lalu hingga kini masih berjalan. .

Sebagaimana yang dilansir Kompas.com, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu sangat terkesan dengan kemajuan Jepang dan Korea. “Saya belajar banyak dari Jepang dan Korea. Setelah menemui pemerintah setempat dan pelaku industri kreatif, banyak inspirasi dari sana. Indonesia dan dua negara saling berkepentingan. Mereka sedang mencari tempat untuk produksi dan pemasaran produknya, sementara Indonesia perlu belajar dari cara mereka membangun industri ini,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Selasa (25/9/2012) di Seoul

Melihat potensi dan peluang kerja sama Indonesia dengan dua negara itu, Mari yakin dalam waktu dekat akan muncul “I Pop” sebagaimana gelombang “K Pop” menyebar ke seluruh dunia dari Korea.

Para kreator Indonesia memiliki kemampuan yang besar untuk membangun I Pop. Hanya saja, hal itu perlu sinergi antara pemerintah dan pelaku industri kreatif lain dalam skala yang lebih luas. “Proses di Jepang dan Korea tidak berjalan dalam waktu singkat, tetapi memerlukan waktu bertahun-tahun,” ujar Mari.

Pada tahap awal, selain turut bekerja dalam industri kreatif Jepang dan Korea, Mari berharap akan ada kerja sama yang lebih jauh.

I Pop berbasis apa yang bisa hadir di Indonesia? Mari mengaku banyak potensi yang bisa muncul, seperti musik dan industri animasi. “Potensi sudah ada, di dalam negeri saja sudah menjadi pasar yang besar. Lebih baik saat ini kita semua belajar dan melakukan yang terbaik, soal go global, itu tahap berikutnya,” kata Mari. [Kompas.com/DH]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *