JAT: Pemindahan Baasyir Itu Bentuk Penculikan

Solo, Kahaba.- Pemindahan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba’asyir dari Rutan Bareskrim Mabes Polri Jakarta ke lapas di Pulau Nusakambangan Cilacap mendapatkan protes keras. Protes datang dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), organisasi yang didirikan Ba’asyir di Solo.

Abu Bakar Ba’asyir. Foto: Suaramerdeka.com

Karena tak ada pemberitahuan, JAT menganggap pemindahan tersebut sebagai bentuk pemaksaan bahkan penculikan. Juru Bicara JAT, Sonhadi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya bersama Tim Pembela Muslim (TPM) akan meminta penjelasan kepada Mabes Polri.

“Pemindahan paksa ini bisa dikatakan bentuk penculikan. Kami akan minta penjelasan,” kata Sonhadi, Sabtu (6/10/2012).

Seperti yang dilansir dalam situs Tribunnews.com, Sabtu, 6 Oktober 2012, sebelum pemindahan itu, pihak keluarga sebenarnya sudah meminta kepada Kemenkumham agar Ba’asyir ditahan di rutan yang dekat dengan keluarga, misal Semarang atau Solo.

“Tapi belum ada jawaban, malah dipindah duluan. Apa pemindahan ini ada kaitannya dengan peringatan tragedi bom Bali,” ujar Sonhadi.

Menurut Sonhadi, saat pemindahan Jumat (5/10/2012) malam, keluarga di Solo sama sekali tak mendapatkan pemberitahuan baik secara lisan maupun tertulis. Ia yang saat itu berada di Jakarta dan mendapatkan kabar langsung bertolak ke Bareskrim.

“Saat dipindahkan, Beliau hanya memakai sarung dan baju koko putih. Beliau dibawa masuk ke mobil menempati kursi pojok belakang dipepet dua orang,” katanya yang hanya bisa melihat dari kejauhan. Saat dipindahkan tersebut, Ba’asyir sedang mengalami sakit buang air dan keram di sejumlah anggota tubuh. [Tribunnews.com/BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *