Kain Tenun Sasambo Akan Dipromosikan Secara Nasional

Mataram, Kahaba.- Potensi kain tenun tradisional dari daerah-daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini terus mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Untuk meningkatkan promosi kain tenunan tradisional tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menggandeng dunia usaha dan akan segera membuka jaringan pasar produksi tenun dan batik daerah.

Foto: Batik Sasambo

Langkah inisiatif tersebut dilakukan dengan tujuan agar semakin mengangkat citra produk tenun lokal yang nantinya diharapkan mampu meningkatkan penghasilan para perajin dan juga kesejahteraan hidupnya.

Seperti yang dilansir Kompas.com, Kepala Bagian Humas Pempro NTB, Tri Budiprayitno, Rabu (10/10/2012) di Mataram, mengatakan, selama ini pegawai negeri sipil di beberapa kabupaten mengenakan kain tenun pada hari kerja, sebagai upaya mengangkat kain tenun NTB.

Salah satu daerah yang sangat giat melakukan pelestarian terhadapa kain tenun tradisional adalah Kota Bima. Untuk diketahui, di Kota Bima, para karyawan mengenakan empat hari dari enam hari kerja. Di lingkungan Pemprov NTB, para karyawan dipakai satu hari kerja.

Upaya di tingkat lokal provinsi dan kabupaten ini dinilai belum cukup maksimal, sehingga Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, diketuai Hj Robiatul Adawiyah Majdi, isteri Gubernur NTB, Zainul Majdi, menempuh kegiatan pameran dan promosi di sebuah hotel di Jakarta akhir Oktober ini, seperti disepakati dalam acara Jamuan Makan yang dihadiri Dekranasda dan para pengusaha Senin (8/10/2012) malam.

Direncanakan dalam pameran dan promosi tersebut nantinya akan ditampilkan 60 desain busana berbahan kain tenun meliputi 20 desain hasil kreasi desainer lokal, dan 40 desain kreasi desainer terkemuka di Indonesia.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah  selain memperkenalkan batik Sasambo (tiga nama etnis di NTB: Sasak, Samawa dan Mbojo), juga diramaikan dengan fashion show yang melibatkan peragawati nasional dan Daerah NTB. [Kompas.com/DH]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. iqbal hasibuan

    Percuma promosi buang-buang biaya aj. Buktinya waktu ada pengadaan baju sasambo untuk Pemkot malah nyetaknya di Jawa padahal dari segi kualitas Pengrajin Bima lebih baik….Aneh..
    Kapan majunya pengrajin lokal ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *