Jumlah Mata Pelajaran Sekolah Akan Dikurangi

Balikpapan, Kahaba.- Terobosan dalam dunia pendidikan nasional terus dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Saat ini pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah di semua tingkatan di seluruh Indonesia.

 

Menurut Dr. Lambasdari, Pusat Kurikulum dan Buku Kementerian Pendidikan Nasional saat di Balikpapan, Jum’at kemarin, pendidikan karakter bangsa ini telah diatur Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010.

Lambasdari menjelaskan, pelajaran sebagai manusia Indonesia ada pada pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia, dan juga pada pelajaran seni budaya, di mana bisa dimasukkan muatan lokal sesuai budaya suku bangsa setempat. Pelajaran itu diperkuat lagi dengan Pendidikan Agama sesuai dengan keyakinan siswa. “Akan semakin baik bila orangtua menambah lagi pendidikan agama ini di rumah,” ungkapnya.

Senada dengan Lambasdari, Totok Ismawanto, Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Balikpapan mengharapkan untuk Sekolah Dasar, hanya akan ada 6 mata pelajaran. “Semestinya kurikulum kita mengarah pada pengurangan jumlah mata pelajaran,” ujarnya, Jumat (12/10/2012) lalu, seperti yang dilansir oleh Antaranews.

Totok menambahkan, saat ini, murid-murid SD masih belajar 13 mata pelajaran, siswa SMP belajar 14 mata pelajaran, dan siswa SMA harus mengikuti 16 pelajaran. Sementara itu, untuk Sekolah Menengah Pertama dan sederajat, maupun SMA sederajat, menurut Totok, menunggu kurikulum baru yang akan keluar.

Kemudian, lanjutnya, keenam mata pelajaran di SD setelah pengurangan nanti adalah adalah Bahasa dan Sastra Indonesia, Matematika, Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan satu mata pelajaran seni budaya, plus satu lagi pelajaran ilmu pengetahuan alam. Empat mata pelajaran pertama dipastikan pula akan tetap diajarkan di SMP dan SMA dan sekolah-sekolah yang sederajat. [Antaranews/DH]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *