Bentrok Lampung Tewaskan 14 Warga

Bandar Lampung, Kahaba.– Bentrokan antarwarga yang terjadi di di Desa Balinuraga Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan, Lampung, dipastikan mengakibatkan korban tewas sejumlah 14 orang. Hal ini diungkapkan Kepala Kepolisian Resor Lampung Selatan, AKBP Tatar Nugroho.

Ilustrasi

Seperti yang dikutip dari antaranews.com, Tatar Nugroho menyebutkan, saat berada di Waypanji, Selasa, korban tewas tersebut empat orang di antaranya warga Kecamatan Kalianda pada bentrokan hari pertama, Minggu (28/10/2012). Pada bentrokan hari kedua jumlah ini semakin bertambah dengan tewasnya 10 orang, dari Desa Balinuraga, Senin (29/10/2012).

Dilaporkan pula, banyak korban yang ditemukan dengan kondisi tubuh tidak utuh. Polisi yang menyisir lading dan kebun yang menjadi pusat bentrok pada hari kedua itu dan menemukan setidaknya sepuluh korban tewas dari pihak warga Desa Balinuraga. Kemudian, lanjutnya, jumlah korban luka-luka pada bentrokan itu  sembilan orang dari Kalianda yang sebagian besar terkena luka tembak dan luka tusuk saat terjadi bentrokan itu.

Media itu juga melansir, kerugian materi akibat bentrokan itu berupa 166 unit rumah warga di Desa Balinuraga dan Sidoreno dibakar, 26 rusak berat, 11 motor dibakar, dua gedung sekolah dibakar massa. Selain itu juga dilaporkan  satu unit mobil Isuzu Panther milik Dit Shabara Polda Lampung, satu unit mobil Honda CRV dan Strada dirusak massa.

Disamping itu, akibat pertikaian antardesa yang dipicu salah paham tersebut, sekira 2.000 warga terpaksa diungsikan dan puluhan rumah terbakar.

Kepolisian Resor Lampung Selatan hingga saat ini masih berjaga-jadi di wilayah pertikaian kedua desa itu agar bentrokan maut itu tidak terulang lagi. “Kami masih berjaga dilokasi sampai situasi aman,” kata dia, Selasa (30/10/2012).

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Rycko Menoza SZP mengatakan, pihaknya akan terus mengupayakan jalan damai antara kedua belah pihak yang terlibat pertikaian hingga menyebabkan belasan korban jiwa tewas dan ratusan rumah rusak dibakar massa di Desa Balinuraga. “Kami masih mencari `bahasa yang tepat` untuk merekonsiliasi pertikaian ini agar benar-benar tuntas,” kata Bupati di Desa Sidorejo, Waypanji, Lampung Selatan, Sabtu (3/11/2012).[antaranews/BQ]

Akibat pertikaian antardesa yang dipicu salah paham tersebut, sekira 2.000 warga terpaksa diungsikan dan puluhan rumah terbakar.

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *