Video Dugaan Pemerasan Oleh Pejabat NTB Beredar

Mataram, Kahaba.- Sebuah video berdurasi satu menit dan 48 detik berisi adegan pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB beredar. Dalam video itu, sang pejabat yang belum diketahui identitasnya itu terekam sedang menerima dan meminta amplop dari seseorang.

video pemerasan pejabat beredar di Youtube. Gambar: Youtube.com

Video pemerasan pejabat beredar di Youtube. Gambar: Youtube.com

Melalui gambar yang tertangkap dalam video yang berjudul ‘REKAMAN PEJABAT PELAKU PEMERASAN DI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROV. NTB (2012)’ itu, seseorang yang diduga sebagai pejabat pada salah satu instansi dengan mengenakan pakaian dinas terlihat menerima pemberian amplop yang diduga berisi uang tunai dari seseorang. Pengambilan gambar video diduga berlatar belakang ruangan kantor dengan menggunakan hidden cam (kamera yang tersembunyi).

 Dari beberapa dialog dalam video tersebut, jelas terdengar dua orang tersebut sedang membicarakan suatu pekerjaan yang telah dilakukan di Lombok Utara dan Lombok Barat. “Masak dari 80 dan 100 saya cuma dikasih dua juta,” ujar pejabat itu seakan tidak terima dengan isi amplop yang disodorkan diatas meja. “Ini dua dan ini dua harusnya saya dapat empat (juta),” ujarnya lagi sesaat kemudian.

Selanjutnya, sang pemberi uang yang belum teridentifikasi itu menjanjikan akan menyetor sisa kekurangan dua juta rupiah beberapa hari kemudian, setelah sang pejabat mengancam untuk mencoret pekerjaan itu.

Video yang diunggah di Youtube oleh seseorang dengan nama akun Lalu Supardi ini mulai ramai diperbincangkan di berbagai forum dan jejaring sosial dunia maya. Sesuai dengan informasi yang tertera pada halaman tersebut diketahui diunggah sejak tanggal 6 Januari 2013.

Belum ada tanggapan resmi baik dari petinggi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) maupun jajaran Pemerintah Provinsi NTB atas beredarnya video itu. [BQ]


Video lengkap. Sumber: Youtube.com

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *