Budaya Asli Bergeser, Sultan dan Raja Prihatin

Kabupaten Bima, Kahaba.- Merasa prihatin melihat nilai budaya yang semakin lama bergeser dan tidak diperhatikan oleh pemerintah, para Sultan dan Raja yang menghadiri FKN ke IX Tahun 2014 di Bima menginginkan Pemerintahan RI mendatang bisa memilih perwakilan Forum Silaturahmi Keraton Nasional (FSKN) menjadi Menteri Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif.

Rombongan Keraton Jogja saat Kirab Budaya FKN ke IX di Bima. Foto: Bin

Rombongan Keraton Jogja saat Kirab Budaya FKN ke IX di Bima. Foto: Bin

Sultan Demak DYMM Sri Sultan Surya Alam mengatakan, di era modern, budaya asli yang menjadi identitas daerah, kini kian bergeser. Maka jangan heran, suatu saat budaya asli Indonesia justru akan berada di negara lain seperti di Denmark, Inggris dan sebagainya.

Menurut dia, Raja dan Sultan Nusantara memiliki andil besar untuk Bangsa Indonesia. Pemerintah pun mestinya bisa menempatkan budaya asli sebagai aset yang sangat penting untuk dipertahankan. Mempertahankan budaya juga perlu wadah dalam pemerintahan saat ini.

“Pemerintah juga mestinya harus mendorong kelestarian budaya. Caranya yang paling baik, harus memilih Menteri Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif dari perwakilan FSKN,” sarannya.

Di sisi lain, lanjutnya, masih banyak potensi seperti pariwisata yang ada di masing – masing daerah yang belum dieksplorasi dengan baik. Dalam wadah itu, pihaknya ingin mengangkat potensi tersebut. Salah satunya, yakni kirab atau pawai budaya. Namun karena kurangnya sentuhan dan dukungan dari pemerintah, kegiatan seperti ini menjadi biasa-biasa saja.

Untuk itu, kedepan pihaknya berharap Pemerintah RI memberi dukungan penuh. Sehingga budaya asli menjadi ajang wisata yang bisa memiliki nilai jual tinggi diluar negeri.

Sementara itu, Raja Denpasar IX Ida Cokorda Ngurah Pemecutan Jambi sekaligus menjabat sebagai Ketua FSKN dalam kesempatan yang sama menyebutkan kegiatan festival keraton merupakan upaya bersama bahwa Raja, Sultan dan pemangku merupakan komunitas dari daerah masing-masing yang bekerja keras untuk menjaga budaya masing-masing.

Raja, Sultan dan Pemangku tersebut dalam satu visi yang sama memiliki semangat menjaga identitas bangsa. Kendati saat ini budaya dihadapkan pada tantangan globalisasi dan sistim pelaksanaan demokrasi, namun nilai-nilai budaya jangan sampai bergeser.

“Kami semua ingin menjaga dan mengingatkan jangan sampai produk perundang-undangan itu menggeser nilai-nilai budaya dan nilai luhur yang tinggi,” tegasnya.

Dirinya juga mengaku sepakat dengan saran Sultan Demak, Raja Denpasar IX juga menyebutkan akan mengusulkan teman-teman di FSKN untuk masuk menjadi Kabinet Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Budaya dan moral bangsa sudah rusak, tidak ada lagi tokoh dan pemimpin dapat dijadikan teladan. Jero Wacik pernah menjadi Menteri Parawisata kini telah dijadikan tersangka korupsi oleh KPK. Tanah Air Indonesia tinggal 15 %, dan 85 % sudah dikuasai asing dan aseng. Terlalu kecil kalau diusulkan dari FSKN untuk masuk menjadi Kabinet Kementrian Parawisata dan Ekonomi Kreatif, seharus nya kembalitan Indonesia kepada para Raja dan Sultan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *