FKN IX di Bima Resmi Ditutup

Kabupaten Bima, Kahaba.- Setelah menyelesaikan serangkaian acara pagelaran seni dan budaya dari masing – masing keraton dan kerajaan Nusantara, Festival Keraton Nusantara (FKN) ke IX yang dihelat di Bima, Selasa (9/9) resmi ditutup.

Kegiatan FKN ke IX di Bima, resmi ditutup. Foto: Bin

Kegiatan FKN ke IX di Bima, resmi ditutup. Foto: Bin

Acara yang mulai dilaksanakan pada tanggal 6 September 2014 itu, mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat Bima. Demikian pula pada acara penutupan, ribuan kepala memadati lapangan Serasuba dan halaman Museum ASI Bima.

Sultan Kasapuhan Cirebon, PRA. Arief Natadiningrat, SE yang mewakili Raja dan Sultan dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan ucapan terimakasih yang sebesar besarnya kepada Pemerintah dan masyarakat Bima yang sudah sangat baik menyelenggarakan FKN.

“Kami waktu kirab budaya saja, semua masyarakat Bima sangat antusias, ramah dan baik sekali. Bahkan banyak yang memberi peserta kirab minum, permen. Mereka sangat perhatian dan hangat, semoga Allah SWT membalas kebaikan ini dengan pahala,” tuturnya.

Kata dia, awalnya Kesultanan Bima diminta menjadi tuan rumah ke III pada Tahun 1999 lalu. Namun karena Negara mengalami banyak krisis, situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, pelaksanaan pun ditunda. Tapi di tahun ini, Bima berhasil menggelar FKN yang ke IX.

Mewakili Raja dan Sultan, Arief menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Bima, bila selama mereka bertamu, ditemukan hal hal yang tidak berkenan. Namun dari lubuk hati terdalam, ia berharap semoga kehadiran mereka membawa berkah untuk seluruh masyarakat.

“Kita juga harap, pariwisata, budaya, ekonomi kreatif di Bima semakin maju, seperti daerah lain. Tentu, setelah kami kembali ke Bima, kondisinya bisa semakin sejahtera,” pintanya.

Pada kegiatan FKN di Bima, lanjutnya, FKIKN juga sekaligus menetapkan Kerajaan Kota Waringin Kalimantan Tengah sebagai tuan rumah FKN ke X Tahun 2016, kemudian Kesultanan Kasepuhan Cirebon sebagai tuan rumah di Tahun 2018 mendatang.

“Kami hadir di Bima untuk melihat saudara – saudara kami di Bima, bagaimana budaya bima. Kami juga telah belajar huruf huruf Bima yang sudah langka. Pusaka Bima yang masih baik dan utuh tersimpan. Ini contoh yang baik untuk terus dikembangkan,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin yang memberikan sambutan sekaligus menutup secara resmi FKN ke IX Tahun 2014 di Bima, menyampaikan rasa syukur karena mempercayakan Bima sebagai tuan rumah FKN. “Alhamdulillah seluruh masyarakat Bima sangat bersyukur dan bahagia menerima rombongan Sultan,” katanya.

Qurais mengakui, merasa terpukul dengan perhelatan acara tersebut. Sebagai pemerintah di daerah, pihaknya kurang mampu melayani rombongan dengan sebaik baiknya. “Mohon maaf yang sebesar besarnya. Dengan segala kerendahan hati kami mohon maaf atas segala kekurangan ini,” pungkasnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *